IHSG Sesi I Anjlok Pasca Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pergerakan IHSG berada di kisaran area 8.563 dan sempat menembus level 8.672. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 15,57 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,46 juta kali.

Seluruh sektor saham terjun ke zona merah. Ada tiga sektor yang membukukan koreksi paling dalam antara lain sektor siklikal anjlok 2,69 persen, sektor transportasi turun 2,36 persen dan sektor infrastruktur tergerus 1,44 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal bahwa terjadi pelebaran pada negative slope. Indikator stochastic RSI berada di daerah oversold. 

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.558–8.600 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian prediksinya dikutip dari riset hariannya pada Jumat, 19 Desember 2025.

Tim Mirae Asset Sekuritas menambahkan, pergerakan IHSG ini tidak seirama dengan bursa-bursa Asia yang menguat menyambut keputusan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang mengerek naik suku bunganya sebanyak 25 basis poin (bps).

Meski IHSG terkoreksi, beberapa saham berhasil mencetak lompatan harga signifikan. Berikut tiga saham top gainers di jajaran emiten unggulan.

United Tractors Tbk (UNTR)

Gedung United Tractors

Saham UNTR melesat 3,28 persen atau 950 poin hingga menembus level 29.925.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)

Saham EXCL membukuka lonjakan sebesar 2,89 persen atau 110 poin menjadi 3.800.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Hasil positif juga dicetak saham AMMN sebesar 2,85 persen atau 175 poin ke posisi 6.325.