IHSG Sesi I Ambruk, Cek 3 Saham Perkasa di Jajaran Top Gainers

Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG

Pergerakan IHSG terpantau sempat menyentuh level 8.487 sementara titik tertingginya di area 8.574. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,67 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,51 juta kali.

Sektor properti mengalami penurunan drastis sebesar 2,48 persen. Koreksi signifikan juga dialami sektor non-siklikal dan bahan baku, masing-masing tergerus 0,53 persen dan 0,36 persen.

Meski IHSG merosot, beberapa sektor saham berhasil mencetak hasil positif. Sektor industri memimpin lonjakan sebesar 2,59 persen lalu sektor kesehatan meningkat 0,64 persen dan sektor siklikal melambung 0,55 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat secara teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD cenderung mengecil. Kondisi ini diiringi dengan Death Cross Stochastic RSI di pivot area. 

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8500-8475 pada perdagangan sesi kedua," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dikutip pada Selasa, 25 November 2025.

Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga saham moncer di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) hingga siang ini adalah:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Saham BUMI melejit 8,26 persen atau 18 poin ke level 236.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Saham NCKL membukukan lompatan harga sebesar 5,26 persen atau 50 poin menjadi genap 1.000.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Saham KLBF menguat 4,27 persen atau 50 poin sehingga terdoronh ke posisi 1.220.