IHSG Sesi I Turun 26 Poin, Intip 3 Saham Top Gainers di Jajaran LQ45

Ilustrasi papan IHSG.
Ilustrasi papan IHSG.

Pergerakan IHSG terpantau sempat terjungkal ke area 6.946 sebagai titik terendah intraday. Sementara titik tertinggi yang berhasil dicapai berada pada level 7.085. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat relatif rendah sebesar Rp 7,69 triliun dan volume transaksi mencapai Rp 13,29 miliar. Meski demikian, frekuensi perdagangan cukup ramai, yakni lebih dari 1 juta transaksi hingga sesi I. 

Sektor properti mencatatkann koreksi paling dalam sebesar 0,96 persen. Penurunan tajam juga dicetak sektor bahan baku dan konsumer non-siklikal sebesar 0,50 persen. 

Meski IHSG masih berada di zona merah, beberapa sektor berhasil membukukan hasil positif. Sektor teknologi melesat 1,12 persen, sektor energi naik 1,01 persen dan sektor industri menguat 0,51 persen. 

Ilustrasi IHSG.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, IHSG belum mampu berada diatas MA5 dikisaran level 7.148. Ini seiring dengan pembentukan histogram pada MACD yang masih cenderung sideways dan indikator Stochastic RSI berada pada pivot area. 

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7.000-7.100 pada perdagangan sesi II," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Senin, 30 Maret 2026. 

Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten-emiten dengan lompatan harga tertinggi. Berikut tiga top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45). 

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPI)

Saham MAPI melejit 6,42 pesen atau 70 poin menjadi 1.160.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA melonjak 5,54 persen atau 75 poin ke level 1.430.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham DSSA menyusul kenaikan sebesar 4,90 persen atau 3.075 hingga menembus area 65.800.