IHSG Sesi I Ambruk Usai Sentuh level 8.400, Saham Receh Pimpin Kenaikan di LQ45
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis pada sesi pertama perdagangan Selasa, 11 November 2025. IHSG anjlok 0,33 persen atau 28,09 poin ke level 8.363,16.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG sempat menguat pesat ke level 8.437 saat pembukaan, namun perlahan merosot ke area 8.353 lalu bergerak relatif sideways di zona merah. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp15,08 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,96 juta kali.
Indeks domestik juga mendapat tekanan dari koreksi sejumlah sektor saham. Sektor keuangan melemah 0,98 persen, sektor properti menyusut 0,71 persen dan sektor non-siklikal tergerus 0,49 persen.
Sebaliknya, sektor industri mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,39 persen. Kemudian sektor transportasi meningkat 1,26 persen dan sektor teknologi melonjak 1,15 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD mulai menipis. Ini seiring dengan pembentukan Death Cross Stochastic RSI di overbought area.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8.350-8.325 pada perdagangan sesi kedua," ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa, 11 November 2025.
Dalam riset tersebut, Phintraco Sekuritas juga melaporkan saham-saham kinclong yang mencatatkan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45 antara lain:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI membukukan lonjakan dua digit, yakni 28 persen atau 42 poin menjadi 192.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Saham GOTO meningkat 4,48 persen atau 3 poin ke level 70.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Hasil positif juga dicatatkan saham MBMA sebesar 3,65 persen atau 25 poin ke area 710.