IHSG Menguat 49 Poin di Sesi I, Cek 3 Saham di Puncak Jajaran LQ45
Pergerakan IHSG terpantau berada di rentang area 9.016 hingga ke posisi 9.110. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 19,08 triliun dengan toral perdagangan mencapai 2,29 juta transaksi dan volume transaksi mencapai Rp 38,03 miliar.
Kenaikan indeks terutama didorong oleh penguatan sektor konsumer non-siklikal sebesar 1,59 persen, sektor infrastruktur menguat 1,55 persen dan sektor konsumer siklikal naik 0,78 persen. Ketiga sektor ini menjadi kontributor utama pergerakan pasar pagi ini.
Sebaliknya, sektor teknologi merosot 1,15 persen, sektor industri melemah 0,18 persen dan sektor keuangan melemah 0,04 persen.
Ilustrasi grafik pergerakan IHSG
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG saat ini berada dalam fase pengujian resistance dinamis di area MA5. Sementara stochastic RSI bergerak relatif datar di sekitar area pivot.
"Momentum jangka pendek masih terjaga, tercermin dari histogram MACD yang semakin menguat di area positif," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dengan kondisi ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways. Di mana kecenderungan stabil dalam rentang 9.000 hingga 9,100 pada sesi kedua perdagangan.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi sepanjang sesi perdagangan pagi hingga siang. Berikut tiga saham tercuan di jajaran 45 saham unggulan.
PT Alamtri Minerals Indonesia (ADMR)
Saham ADMR melesat 8,00 persen atau 180 poin menjadi 2.160.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Saham MBMA menguat 5,13 persen atau 40 poin ke level 820.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Hasil positif juga dicetak saham TLKM sebesar 4,72 persen atau 170 poin ke posisi 3.770.