IHSG Ditutup Menguat 4,82 Persen di Sesi I, Mayoritas Saham Menguat dan LQ45 Melonjak 5,62 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa, 9 Juni 2026. Bursa saham Indonesia bergerak positif dengan mayoritas saham berada di zona hijau, didorong oleh kenaikan hampir seluruh sektor indeks.
Berdasarkan data perdagangan hingga siang hari, IHSG ditutup menguat 4,82 persen atau bertambah 257,604 poin ke level 5.599,741.
Pergerakan indeks berlangsung cukup dinamis sejak pembukaan perdagangan. IHSG dibuka pada level 5.342 dan sempat bergerak variatif sepanjang sesi. Indeks tercatat menyentuh level tertinggi di 5.627 dan level terendah di 5.318 sebelum akhirnya menutup sesi pertama di zona positif.
Mayoritas Saham Berada di Zona Hijau
Sentimen positif terlihat dari dominasi saham yang mengalami kenaikan harga. Dari seluruh saham yang diperdagangkan pada sesi I, sebanyak 603 saham tercatat menguat.
Sementara itu, hanya 118 saham yang mengalami pelemahan. Adapun sisanya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Dominasi saham yang menguat menunjukkan optimisme pelaku pasar pada perdagangan siang ini. Kenaikan yang terjadi juga berlangsung merata di berbagai sektor, sehingga turut mendorong laju IHSG ke level yang lebih tinggi.
BBCA, TPIA, dan BBRI Pimpin Nilai Transaksi
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar hingga penutupan sesi pertama.
Tingginya nilai transaksi pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut turut memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks secara keseluruhan.
Aktivitas perdagangan yang terfokus pada saham-saham unggulan juga mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten dengan fundamental dan likuiditas yang kuat.
Seluruh Sektor Kompak Menguat
Penguatan IHSG pada sesi pertama didukung oleh kenaikan seluruh indeks sektoral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Sektor industri menjadi salah satu yang mencatat kenaikan terbesar dengan pertumbuhan 5,93 persen. Diikuti sektor bahan baku atau basic materials yang menguat 5,71 persen.
Berikut kinerja indeks sektoral pada perdagangan sesi I:
- IDXINDUST naik 5,93 persen
- IDXBASIC naik 5,71 persen
- IDXENERGY naik 5,08 persen
- IDXNONCYC naik 4,24 persen
- IDXFINANCE naik 4,17 persen
- IDXINFRA naik 4,08 persen
- IDXCYCLIC naik 3,89 persen
- IDXTRANS naik 3,54 persen
- IDXPROPERT naik 3,44 persen
- IDXTECHNO naik 1,94 persen
- IDXHEALTH naik 1,62 persen
Kenaikan yang merata di seluruh sektor menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak hanya ditopang oleh kelompok saham tertentu, melainkan terjadi secara luas di berbagai lini industri.
LQ45 dan IDX30 Catat Lonjakan di Atas 5 Persen
Selain IHSG, sejumlah indeks utama lainnya juga mencatat penguatan yang cukup tinggi hingga akhir sesi pertama.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia naik 5,62 persen ke level 556,717.
Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi saham-saham syariah pilihan menguat 5,67 persen dan berada di level 337,568.
Kinerja positif juga terlihat pada IDX30 yang ditutup naik 5,79 persen ke level 315,577.
Tidak hanya itu, indeks MNC36 turut bergerak menguat 5,82 persen dan berada di level 244,927 pada penutupan sesi I.
Lonjakan pada berbagai indeks utama tersebut menegaskan bahwa penguatan pasar saham Indonesia berlangsung secara menyeluruh. Kinerja positif tidak hanya terjadi pada saham lapis tertentu, tetapi juga tercermin pada kelompok saham unggulan, saham syariah, hingga indeks berkapitalisasi besar yang menjadi acuan investor di pasar modal domestik.