Bursa Asia Anjlok Ikuti Koreksi Tajam Wall Street Imbas Investor Tahan Beli Saham AI
“ (Jumat) adalah hari di mana saham menunjukkan performa pertumbuhan tinggi,” ujar Manajer Portofolio di Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, dikutip dari CNBC Internasional pada Senin, 15 Desember 2025.
Ellerbroek menekankan bahwa investor jelas merasa waspada terkait AI. Bukan pesimis, tetapi lebih cenderung berhati-hati, gugup, atau ragu-ragu.
Investor di kawasan Asia juga akan memperhatikan data penting dari Tiongkok. Pemerintah Beijing rencananya akan merilis laporan penjualan ritel, investasi aset tetap, dan output industri untuk bulan November 2025.
Sementara itu, pemerintah Jepang mengumumkan hasil Survei Tankan yang dilakukan oleh Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Survei dilakukan untuk mengukur sentimen bisnis di kalangan perusahaan di negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia.
Untuk kuartal IV-2025, Indeks optimisme bisnis di kalangan produsen besar Jepang meningkat menjadi 15 basis poin (bsp) atau mencapai level tertinggi dalam empat tahun dan sesuai dengan ekspektasi para ekonom. Indeks non-manufaktur berada di angka 34 bps.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 1,3 persen. Indeks Topix merosot 0,27 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 2,16 persen. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil turun 1,17 persen.
Penurunan sejalan tergerusnya saham-saham unggulan. Saham produsen chip memori, SK Hynix, terkoreksi lebih dari 4 persen dan saham Samsung Electronics susut 3,3 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200, melemah 0,66 persen. Pada hari Minggu, negara itu mengalami serangan senjata api terburuk dalam lebih dari 30 tahun yang menewaskan sedikitnya 15 orang.
Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka bergerak lebih rendah ke level 25.735 dari posisi terakhir di 25.976,79.
Di Wall Street, saham-saham yang terkait dengan AI menghadapi tekanan selama sesi perdagangan jelang akhir pekan. Saham Broadcom anjlok lebih dari 11 persen disusul koreksi saham Palantir Technologies hingga Micron.
S&P 500 kehilangan 1,07 persen dari rekor tertinggi dan Nasdaq Composite terjun 1,69 persen. Kemudiam indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 0,51 persen setelah mencetak rekor tertinggi intraday baru pada awal sesi.