Bursa Asia Anjlok Terseret Rontoknya Saham Teknologi di Wall Street
Semalam, Wall Street mendapat tekanan berat imbas melemahnya saham teknologi jelang rilis data ekonomi pada pekan ini. Laporan mencakup data pekerja AS bulan September 2025 hingga pendapatan produsen chip milik Jenseng Huang, Nvidia.
Saham Nvidia anjlok lebih dari 2 persen jelang laporan keuangan kuartal III-2025. Emiten chip terkiat kecerdasan buatan (AI) hingga saham blue chip seperti Salesforce dan Apple turut menekan bursa AS.
Penyebab saham teknologi dan kecerdasan buatan berada di bawah tekanan lantaran meningkatnya kecemasan di kalangan investor. Emiten pemberi pinjaman kredit swasta, saham Blue Owl Capital, turut tergerus hampir 6 persen di tengah pembanguban pusat data AI.
Ilustrasi pasar saham Jepang
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 557,24 poin atau 1,18 persen dan ditutup pada level 46.590,24. Indeks S&P 500 melemah 0,92 persen menjadi 6.672,41 sementara Nasdaq Composite menyusut 0,84 persen ke posisi 22.708,07.
Dikutip dari CNBC Internasional, Selasa, 18 November 2025, indeks Nikkei 225 di bursa Jepang amblas 0,92 persen. Indeks Topix melemah 0,6 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melrmab 0,64 persen saat pembukaan bursa. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menyusut 0,58 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka lebiu rendah di area 26.178 dari sebelumnya di level 26.384. Selanjutnya indeks S&P/ASX 200 anjlok 0,76 persen.