IHSG Anjlok 406,88 Poin Imbas Wait and See Hasil Diskusi MSCI, Cek 3 Saham Top Gainers di LQ45
IHSG terpantau begerak cenderung sideways setelah terjun bebas di awal pembukaan pasar. Indeks domestik bergerak dalam rentang area 8.313 dan sempat menyentuh level 7.820.
Dikutip dari Stockbit, nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 29,04 triliun. Total perdagangan oleh investor tercatat sebanyak 2,95 juta transaksi dengan volume transaksi sebanyak Rp 499.65 miliar.
Tidak jauh berbeda dengan sesi pertama, seluruh sektor saham terbakar. Sektor bahan baku membukukan penurunan paling parah sebesar 10,74 persen.
Sektor konsumer siklikal melemah sebesar 7,67 persen, sektor energi merosot 7,66 persen, sektor properti amblas 6,27 persen dan sektor properti menyusut 6,27 persen. Penurunan juga melanda sektor transportasi terjun 6,18 persen, sektor infrastruktur turun 6,06 persen, sektor teknologi jatuh 6,04 persen, sektor industri ambruk 5,88 persen, sektor keuangan tergerus 2,33 persen dan sektor konsumer non-siklikal melemah 1,73 persen.
IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan sentimen negatif antara lain berasal dari koreksinya harga komoditas yang selama ini menjadi penopang penguatan IHSG. Pelaku pasar juga cenderung menunggu hasil pertemuan regulator dengan pihak Morgan Stanley Capital Index (MSCI).
"Investor juga masih menunggu perkembangan dari upaya otoritas OJK dan BEI yang melakukan pertemuan dengan MSCI dalam rangka mengembalikan kepercayaan investor global dan membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya pada Senin, 2 Februari 2026.
Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup melemah pada Senin, 2 Februari 2026. Pasar di Asia mencermati data aktivitas pabrik di Tiongkok yang meningkat karena produsen mempercepat produksi dan memuat kargo menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Dari sisi teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan diindikasikan terjadi pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold namun belum ada indikasi terjadinya reversal.
"IHSG masih bertahan di atas level MA200 di sekitar 7.786. Selama IHSG masih berada di bawah level 8.000 dan diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 7.786," imbuh Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45 sebagai berikut:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI memimpin kenaikan sebesar 6,25 persen atau 475 poin dan ditutup pada levell 8.075.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham UNVR melonjak 5,45 persen atau 105 poin ke posisi 2.030.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Hasil positif juga dicetak saham ICBP sebesar 5,35 persen atau 425 poin menjadi 8.375.