Harga Bitcoin Anjlok Imbas Tarif Trump ke Eropa soal Greenland
Pasar cryptocurrency kembali diguncang gejolak global di awal 2026. Setelah sempat pulih sekitar 5 persen pada pekan lalu, harga Bitcoin turun drastis ke level US$92.519 atau setara Rp1,54 miliar, tertekan oleh pengumuman tarif impor Amerika Serikat terhadap beberapa negara Eropa.
Langkah tersebut dilakukan oleh Presiden Donald Trump terkait klaim atas Greenland dan memicu kekhawatiran di pasar global.
Ketegangan politik yang timbul dari kebijakan tarif ini tidak hanya memengaruhi pasar tradisional, tetapi juga memicu gelombang risiko di aset spekulatif seperti Bitcoin dan altcoin. Investor yang semula optimistis mulai menarik modalnya, menyebabkan likuidasi besar di seluruh ekosistem crypto.
Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif hingga 25 persen pada Denmark, Prancis, dan Inggris sampai ada kesepakatan mengenai Greenland. Pengumuman ini langsung ditolak oleh para pemimpin Eropa, dengan Prancis bahkan menyiapkan langkah ekonomi balasan.
Kekhawatiran soal potensi gangguan NATO dan kemungkinan tindakan lebih agresif AS, membuat pasar global bergerak risk-off. “Harga cryptocurrency secara luas ikut turun seiring dengan Bitcoin, di mana sejumlah koin menjadi sasaran aksi ambil untung setelah mencatat kenaikan pada pekan lalu,” ungkap analis Ambar Warrick, sebagaimana dikutip dari Investing, Senin, 19 Januari 2026.
Artinya, harga Bitcoin dan altcoin lain turun seiring investor mengambil keuntungan karena sentimen pasar yang memburuk. Dampak dari ketidakpastian ini tercermin dalam likuidasi besar di pasar crypto.
Data Coinglass menunjukkan total posisi yang dilepas mencapai US$869,5 juta atau setara Rp14,52 triliun dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, US$229,5 juta atau setara Rp3,83 triliun berasal dari posisi long Bitcoin.
Lalu, Ether mengalami likuidasi US$154,6 juta atau sekitar Rp2,58 triliun, Solana mengalami US$60,5 juta atau sekitar Rp1,01 triliun likuidasi. Tekanan juga terjadi pada sejumlah altcoin populer, dengan penurunan sebagai berikut:
- XRP turun 4,7 persen
- Cardano turun 7,8 persen
- Dogecoin turun 7,4 persen
Bahkan, token bertema politik $TRUMP coin turun 6,4 persen. Fenomena ini menegaskan bahwa ketergantungan investor pada aset spekulatif membuat pasar crypto sangat sensitif terhadap berita geopolitik dan ekonomi global.
Peristiwa ini mengingatkan bahwa volatilitas pasar crypto tidak hanya dipicu oleh fundamental proyek blockchain, tetapi juga oleh faktor eksternal. Investor di awal 2026 harus lebih waspada dan mempertimbangkan beberapa strategi:
1. Memantau risiko geopolitik secara aktif, karena setiap kebijakan baru bisa langsung memengaruhi harga Bitcoin.
2. Hati-hati dengan posisi leverage, karena likuidasi besar bisa terjadi dalam hitungan jam.
3. Diversifikasi portofolio, jangan hanya bergantung pada satu jenis aset crypto.
4. Memahami sentimen pasar, karena risiko tinggi membuat safe-haven seperti emas lebih menarik sementara crypto melemah.