Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp 18.004 Imbas Inflasi Mei & Ketidakpastian Situasi Timur Tengah

Ilustrasi rupiah dan dolar
Ilustrasi rupiah dan dolar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.931 pada Rabu, 3 Juni 2026. Posisi rupiah itu melemah 68 poin dari kurs sebelumnya di level 17.863 pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 4 Juni 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.004 per dolar AS. Posisi itu melemah 37 poin atau 0,21 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.967 per dolar AS.

Mata uang Rupiah.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen rupiah memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28 persen secara month-to-month (mtm) atau bulanan.

Posisi itu naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13 persen, dimana terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08 persen secara year-to-date (ytd) alias tahun kalender.

Sejumlah faktor yang dinilai paling memengaruhi pergerakan inflasi Mei 2026 antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Kemudian, neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatat surplus sebesar US$89,1 juta pada April 2026, sehingga berhasil mempertahankan tren tersebut selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus pada April 2026 terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang membukukan surplus sebesar US$3,53 miliar.

Namun kalau di lihat secara statistik, surplus perdagangan April menyempit tajam. Hal itu akibat tekanan pada daya beli dan ketahanan eksternal, imbas tersendatnya pasokan global atas blokade Selat hormuz oleh IRGC yang tanpa kejelasan kapan akan dibuka kembali.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.960—Rp 18.030," ujarnya.

Sebagai informasi, investor terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, sementara Israel mempertahankan operasi militer di Lebanon Selatan seiring Iran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pasukan AS melakukan serangan di Pulau Qeshm Iran, menurut Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X. Pulau tersebut terletak di dekat Selat Hormuz, sebagai jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran. Iran dan AS pekan lalu mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan kerangka kerja sementara untuk menghentikan konflik, tetapi kesepakatan tersebut belum disetujui secara resmi.