Bursa Asia Anjlok Usai Mojtaba Khamenei Serukan Tutup Selat Hormuz dan AS di Ujung Tanduk
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan Selt Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak global harus tetap ditutup. Dalan pidatonya, Kamis, 12 Maret 2026, Mojtaba menyampaikan bahwa Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, mempertegas ancaman Iran. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia memperingatkan terkait pukulan keras bagi musuh agresor.
Amerika Serikat (AS) sebagai produsen minyak terbesar di duni mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak. Di satu sisi, pasar melihat ekonomi AS berpeluang memasuki resesi tahun ini dengan kemungkinan meningkat menjadi 32 persen atau level tertinggi tahun ini.
Ilustrasi Cadangan Minyak AS
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 di Jepang anjlok 2 persen. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,4 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi tergerus hampir 3 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi turun hampir 2 persen.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,3 persen pada perdagangan awal Asia. Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan lebih rendah pada area 25.467.
Perdagangan di bursa AS, Wall Street, juga terpuruk bahkan mencatatkan penutupan terendah sepanjang tahun 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average turun hampir 740 poin ke bawah area 47.000 untuk pertama kalinya tahun ini.
Indeks S&P 500 kehilangan 1,5 persen menjadi 6.672,62. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 1,8 persen ke level 22.311,98.