Rupiah Terus Anjlok ke Rp 18.051 Imbas Lonjakan Harga Minyak & Rating Negatif Moody's ke Danantara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 18.039 pada Kamis, 4 Juni 2026. Posisi rupiah itu melemah 108 poin dari kurs sebelumnya di level 17.931 pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 5 Juni 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.051 per dolar AS. Posisi itu melemah 2 poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.049 per dolar AS.
Ilustrasi rupiah dan dolar
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kekhawatiran yang meningkat setelah harga minyak mentah yang tinggi memicu risiko defisit fiskal mendekati 3 persen dan keseimbangan eksternal, membuat kekhawatiran akan adanya intervensi negara yang lebih besar dalam komoditas.
"Ditambah kegelisahan atas kemungkinan reklasifikasi MSCI terhadap pasar modal, yang sampai saat ini masih belum ada keputusan pasti," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 5 Juni 2026.
Sementara itu, data perdagangan April menunjukkan surplus memudar karena biaya impor minyak yang melonjak tinggi melampaui ekspor. Inflasi Mei meningkat menjadi 3,08 persen, di atas titik tengah target bank sentral dampak dari kenaikan harga-harga barang impor.
Kemudian, Moodys’s Ratings memberikan peringkat pertamanya untuk PT Danantara Investment Management pada level Baa2. Peringkat sementara untuk global medium-term note belum diterbitkan oleh Danantara Investment Management.
"Namun Moody’s, menyampaikan outlook atas peringkat Danantara Investment Management berada di level negative," ujar Ibrahim.
Terkait outlook negatif tersebut, Moody’s menjelaskan bahwa penilaian ini berdasarkan kaitan kuat antara Danantara Investment Management, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan pemerintah Indonesia sebagai pemilik penuh Danantara.
Dalam jangka panjang, peringkat tersebut kemungkinan akan bergerak sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Peringkat Danantara Investment Management bisa turun, jika peringkat soveregin Indonesia melemah.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.050—Rp 18.120," ujarnya.
Sebagai informasi, investor tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah.
Permusuhan baru pada hari Rabu termasuk adanya laporan serangan rudal Iran terhadap Kuwait dan Bahrain, serta serangan AS terhadap Pulau Qeshm Iran di dekat Selat Hormuz. Pasukan Israel memperluas operasi militer di Lebanon selatan, menargetkan daerah yang dikuasai Hizbullah dalam beberapa hari terakhir.
Di AS, DPR yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi pada hari Rabu untuk mencegah Trump melanjutkan perang melawan Iran. Agar berlaku, resolusi tersebut membutuhkan persetujuan Senat dan mayoritas dua pertiga di kedua kamar, untuk mengesampingkan veto Trump yang hampir pasti.