Ciri Gigitan Kutu Busuk, Begini Cara Membasminya Menurut Pakar UGM

Kutu kasur atau kutu busuk sering menyelinap tanpa jejak berkat ukurannya yang sangat kecil.
Tanpa pernah tahu kalau tempat tidur kita sudah dihuni kutu, kita akan tidur nyenyak di atasnya dan terbangun keesokan paginya dengan ruam dan gatal-gatal di beberapa area kulit.
Namun karena mengira itu adalah gigitan nyamuk, keberadaan kutu busuk tetap tak terdeteksi, hingga mereka berkambang biak semakin banyak.
Lantas, apa saja gejala gatal akibat kutu kasur? Dan bagaimana cara membasminya?
Ciri gigitan kutu busuk
Kutu busuk umumnya tidak menyebabkan bahaya serius, tetapi gigitannya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, dan infestasi dapat memicu stres serta gangguan tidur (insomnia).
Dalam beberapa kasus, gigitan kutu busuk dapat menyebabkan infeksi kulit atau reaksi yang lebih parah.
Dilansir dari laman Health, biasanya gigitan kutu busuk memiliki beberapa gejala khas berikut:
Benjolan merah atau bengkak
Gigitan kutu busuk sering kali memiliki titik merah di bagian tengah, dikelilingi kulit yang terangkat dan mengalami iritasi.
Ini merupakan ciri bekas gigitan awal, yang kemudian membengkak akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap air liur serangga.
Meski kutu busuk dapat menggigit bagian tubuh mana pun saat malam hari, area yang paling sering terkena adalah bagian tubuh yang terbuka, seperti wajah dan leher, lengan, serta tangan.
Rasa gatal
Saat menggigit, kutu busuk menyuntikkan air liurnya ke dalam kulit, mirip dengan nyamuk.
Air liur ini membantu kutu kasur mengisap darah lebih cepat, tetapi dapat memicu reaksi alergi ringan pada sebagian besar orang, yang menyebabkan rasa gatal hebat.
Rasa gatal bisa muncul segera setelah gigitan, tetapi pada sebagian orang baru terasa beberapa hari atau bahkan minggu kemudian.
Tingkat keparahan reaksi ini berbeda-beda, tergantung toleransi tubuh terhadap protein dalam air liur kutu busuk.
Gigitan berkelompok
Kutu busuk sering berpindah-pindah saat makan malam hari, sehingga menyebabkan serangkaian gigitan pada satu area kulit.
Pola gigitan ini bisa terlihat berderet, membentuk garis zig-zag, atau berupa kelompok tiga gigitan atau lebih dalam satu area kecil.
Pada infestasi yang lebih parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan ruam atau dermatitis (peradangan kulit).
Infeksi kulit
Sebagian orang dapat mengalami infeksi kulit sekunder akibat gigitan kutu busuk.
Infeksi biasanya terjadi ketika garukan berlebihan memasukkan bakteri ke lapisan atas kulit. Kondisi ini juga bisa muncul pada orang yang sangat sensitif terhadap air liur kutu busuk.
Tanda-tanda infeksi kulit meliputi:
- Lepuhan
- Kulit terasa nyeri
- Keluar cairan atau nanah
- Kemerahan yang hebat
- Biduran
- Demam
Infeksi kulit akibat gigitan kutu kasur dapat ditangani dengan kombinasi antihistamin, kortikosteroid topikal, antiseptik, atau antibiotik, sesuai anjuran dokter.
Anafilaksis
Dalam kasus yang jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi berat terhadap air liur kutu busuk, yang disebut anafilaksis.
Gejalanya antara lain:
- Kesulitan bernapas
- Pembengkakan pada lidah
- Denyut jantung meningkat.
Cara membasmi kutu busuk
Ahli entomologi sekaligus dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sukirno mengatakan, kutu kasur atau kutu busuk merupakan serangga penghisap darah.
Untuk membasminya, ini yang bisa dilakukan, dilansir dari Kompas.com:
- Identifikasi sumber infestasi: Kutu busuk umumnya berasal dari barang-barang bekas yang sudah terinfestasi.
- Cuci dengan air panas dan desinfektan: Barang seperti pakaian dan sprei bisa dibersihkan dengan air panas, desinfektan, atau baking soda untuk membunuh kutu.
- Gunakan deterjen untuk barang yang memungkinkan: Barang-barang yang dapat dicuci, sebaiknya dibersihkan menggunakan air panas dan deterjen.
- Bekukan barang yang tidak bisa dicuci: Barang seperti buku atau dompet bisa dibekukan pada suhu -20 derajat selama minimal 24 jam untuk membunuh kutu busuk.
- Perbaiki retakan pada perabot dan dinding: Tutup celah atau retakan karena bisa menjadi tempat persembunyian kutu busuk.
- Gunakan minyak esensial sebagai pengusir alami: Minyak seperti cengkih, mint, lavender, sereh, dan teh bisa digunakan karena aromanya tidak disukai kutu busuk.
- Aplikasikan insektisida berbahan piretorin dan piretroid: Gunakan insektisida aerosol untuk infestasi berat dan lakukan penyemprotan menyeluruh. Lalu, tutup ruangan selama minimal 2 jam.
- Ulangi aplikasi insektisida secara berkala: Lakukan seminggu sekali selama tiga minggu untuk memastikan kutu yang baru menetas juga terbunuh.