Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

perselingkuhan, pelaku perselingkuhan, perselingkuhan dalam keluarga, selingkuh, mencegah perselingkuhan, korban perselingkuhan, pelaku selingkuh, Inara Rusli, cara mencegah perselingkuhan, korban selingkuh, dampak perselingkuhan dalam keluarga, cara mencegah selingkuh, Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

Ketika memiliki anggota keluarga yang pernah menjadi korban atau pelaku perselingkuhan, ada anggapan keturunannya bakal mengalami hal sama. Apakah benar?

“Bisa saja ketika seseorang hidup dalam keluarga yang punya riwayat perselingkuhan, dia bisa menjadi pelaku atau korban. Tapi apakah selalu? Enggak selalu seperti itu. Tidak ada kepastian akan hal itu,” kata Clement Eko Prasetio, M.Psi., Psikolog, yang berpraktik di Indopsycare, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (27/11/2025).

Memang keturunannya tidak selalu dan tidak pasti bakal menjadi korban atau pelaku perselingkuhan. Namun, masih ada kemungkinan mereka mengalami hal sama kelak.

Keluarga punya riwayat perselingkuhan

Belajar dari lingkungan yang penuh perselingkuhan

perselingkuhan, pelaku perselingkuhan, perselingkuhan dalam keluarga, selingkuh, mencegah perselingkuhan, korban perselingkuhan, pelaku selingkuh, Inara Rusli, cara mencegah perselingkuhan, korban selingkuh, dampak perselingkuhan dalam keluarga, cara mencegah selingkuh, Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

Seseorang dengan riwayat perselingkuhan dalam keluarganya bakal tumbuh menjadi korban atau pelaku perselingkuhan. Benarkah?

Kemungkinan bahwa seseorang bisa menjadi korban atau pelaku perselingkuhan karena riwayat keluarga, berkaitan dengan Social Learning Theory.

Secara garis bear, teori yang dicetuskan oleh psikolog asal Kanada bernama Albert Bandura ini mengemukakan, manusia belajar dari lingkungannya.

Dilansir dari situs web University of California, Berkeley, Minggu (30/11/2025), observasi dan meniru perilaku orang lain berperan dalam bagaimana dan mengapa seseorang belajar.

Sebab, sebagian besar perilaku manusia dipelajari secara observasional melalui beberapa pemodelan yaitu seseorang membentuk gagasan akan bagaimana perilaku baru dilakukan setelah mengamati orang lain. Lalu, pada kesempatan berikutnya, informasi ini menjadi panduan untuk bertindak.

“Ketika lingkungan kita menunjukkan suatu perilaku maka kita akan menirunya. Maka, bisa jadi seseorang meniru bahwa, ‘Oh keluarga saya memang kebanyakan seperti itu (berselingkuh) dan itu lumrah’,” terang Clement.

Saat seseorang “belajar” dari lingkungan seperti itu, dan tidak belajar dari lingkungan-lingkungan lainnya, ia akan menganggap perselingkuhan sebagai hal yang wajar dilakukan dan terjadi.

Menganggap wajarh hubungan yang tidak stabil

Selain menganggap bahwa perselingkuhan adalah hal yang lumrah, seseorang yang punya riwayat perselingkuhan dalam keluarga juga bisa menganggap bahwa hubungan yang tidak stabil adalah hal yang lumrah.

“Mungkin karena dia sering terpapar dari keluarga besarnya yang banyak perselingkuhan. Hubungan dengan perselingkuhan kan biasanya tidak stabil. Dia jadinya belajar bahwa hubungan yang tidak stabil itu adalah hubungan yang ‘sehat’. Dan itu menjadi sesuatu yang miris,” tutur Clement.

Inilah mengapa seseorang dengan riwayat perselingkuhan dalam keluarganya berkemungkinan terjebak dalam “lingkaran setan” tersebut, terutama jika ia tidak segera “belajar”.

Keluarga dengan riwayat selingkuh tak selalu alami hal sama

perselingkuhan, pelaku perselingkuhan, perselingkuhan dalam keluarga, selingkuh, mencegah perselingkuhan, korban perselingkuhan, pelaku selingkuh, Inara Rusli, cara mencegah perselingkuhan, korban selingkuh, dampak perselingkuhan dalam keluarga, cara mencegah selingkuh, Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

Seseorang dengan riwayat perselingkuhan dalam keluarganya bakal tumbuh menjadi korban atau pelaku perselingkuhan. Benarkah?

Kendati demikian, Clement kembali menegaskan bahwa tidak semua orang dengan riwayat perselingkuhan dalam keluarganya, bakal tumbuh menjadi korban atau pelaku perselingkuhan.

Sebab, ada beragam faktor yang memengaruhi kondisi itu. Salah satunya adalah lingkungan sosial mereka yang cukup luas.

Ketika seseorang memiliki banyak lingkungan pertemanan, hal ini memungkinkan mereka untuk bertemu dengan orang-orang yang riwayat keluarganya tidak bermasalah, alias tidak ada perselingkuhan.

Saat memiliki lingkungan sosial seperti itu, ia jadi bisa “belajar” dan memahami bahwa riwayat perselingkuhan dalam keluarganya bermasalah, dan memunculkan keinginan untuk mencegah hal serupa terjadi ketika ia sudah berkeluarga kelak.

“Jadi, ketemu dengan orang-orang lain sehingga lebih besar pengetahuannya. Kemudian juga, dia bisa melakukan refleksi dan membandingkannya dengan nilai-nilai moral lainnya, misalnya nilai agama, sosial, dan hukum,” ucap Clement.

Cara mencegah selingkuh

Salah satu penyebab perselingkuhan adalah perasaan bosan terhadap pasangan, terutama pada mereka yang sudah menikah selama bertahun-tahun.

Namun, perselingkuhan baru bisa terjadi ketika ada peluang, dan salah satu pihak membuka kesempatan bagi orang lain untuk masuk ke dalam kehidupan romantisnya.

“Walaupun orang berusaha masuk, saat kita punya masalah dengan pasangan seperti merasa bosan, tapi kita enggak pernah mau untuk membuka diri kita kepada mereka maka tidak mungkin itu terjadi perselingkuhan,” kata psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., yang berpraktik di RS DR Oen Solo Baru, dalam pemberitaan pada Senin (21/7/2025).

Apabila khawatir akan menjadi korban atau pelaku perselingkuhan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah perselingkuhan terjadi.

Salah satunya melakukan hal-hal yang sebelumnya pernah menjadi rutinitas, tetapi lambat laun sudah jarang, bahkan tidak pernah dilakukan bersama pasangan resmi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang