Dinding Lembap Saat Musim Hujan? Pakar UGM Jelaskan Cara Mengatasinya

tembok, musim hujan, dosen UGM, dinding lembab, dinding lembap dan berjamur, Dinding Lembap Saat Musim Hujan? Pakar UGM Jelaskan Cara Mengatasinya, Penyebab Dinding Rumah Lembap, Cara Mengatasi Dinding Lembap, Cara Membuat Plesteran Kedap Air, Pastikan Sirkulasi Udara dan Cahaya Cukup

Memasuki musim hujan November 2025 hingga awal 2026, curah hujan diperkirakan meningkat di berbagai daerah Indonesia.

Kondisi ini tak hanya berdampak pada lingkungan luar, tetapi juga pada kondisi rumah, terutama tembok atau dinding yang rentan lembap.

Dinding rumah yang lembap bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menimbulkan jamur, bau tak sedap, bahkan membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Lantas, apa penyebab utama tembok lembap saat musim hujan, dan bagaimana cara mengatasinya dengan benar?

Penyebab Dinding Rumah Lembap

Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Ashar Saputra, menjelaskan bahwa penyebab utama dinding rumah menjadi lembap adalah adanya penumpukan air dan sirkulasi yang buruk.

“Penyebab dinding lembap salah satunya adalah pipa drainase yang tersumbat yang dapat menampung air dan menyebabkan kerusakan pada dinding,” ujar Ashar kepada Kompas.com, Sabtu (8/11/2025).

Selain pipa yang tersumbat, tanah yang lembap juga dapat memperburuk kondisi dinding rumah.

“Kelembapan tanah dapat naik di atas permukaan tanah dan merusak dinding,” jelasnya.

Ashar menambahkan, percikan air hujan dan atap miring yang tidak memiliki saluran air baik juga berpotensi menyebabkan air merembes ke dinding rumah.

“Atap yang miring dapat menampung air yang kemudian merembes ke dalam rumah dan menyebabkan keretakan,” kata Ashar.

Cara Mengatasi Dinding Lembap

Menurut Ashar, banyak masyarakat mencoba mengatasi dinding lembap dengan melapisi keramik. Namun, solusi tersebut justru tidak direkomendasikan.

“Pemasangan keramik pada dinding sebenarnya kurang tepat untuk mengatasi dinding yang lembap, dan secara kegempaan kurang direkomendasi,” tegasnya.

Keramik bersifat getas atau mudah pecah, terutama saat dinding mengalami pergerakan akibat gempa.

Oleh karena itu, cara terbaik menurut Ashar adalah mengupas lapisan plester lama dan menggantinya dengan plesteran baru yang kedap air.

“Lapisan plesteran dinding dikupas dan diganti dengan lapisan plesteran yang kedap air untuk mencegah kelembapan kembali,” ujarnya.

tembok, musim hujan, dosen UGM, dinding lembab, dinding lembap dan berjamur, Dinding Lembap Saat Musim Hujan? Pakar UGM Jelaskan Cara Mengatasinya, Penyebab Dinding Rumah Lembap, Cara Mengatasi Dinding Lembap, Cara Membuat Plesteran Kedap Air, Pastikan Sirkulasi Udara dan Cahaya Cukup

Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D.

Cara Membuat Plesteran Kedap Air

Ashar menyarankan komposisi campuran plester sebagai berikut:

  • 1 bagian semen
  • 3 bagian pasir
  • 0,75 bagian air

Campuran ini digunakan terutama pada bagian bawah dinding yang paling sering terpapar air.

Selain itu, untuk mencegah air dari tanah naik ke dinding melalui pondasi, dibutuhkan balok sloof dari beton bertulang sebagai dasar pemasangan batu bata, batako, atau bata ringan.

“Balok sloof ini juga membantu menyebarkan beban dinding secara merata,” jelasnya.

Pastikan Sirkulasi Udara dan Cahaya Cukup

Selain perbaikan struktur, Ashar menekankan pentingnya ventilasi dan pencahayaan alami agar udara di dalam ruangan tidak lembap.

Ventilasi yang baik membantu menurunkan kadar air di udara dan mencegah munculnya jamur pada permukaan dinding.

Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.