Orangtua, Ini Cara Anak Ungkapkan Emosi dengan Sehat Menurut Pakar
Bagaimana cara anak mengungkapkan emosinya dengan sehat? Apakah bisa lewat gambar, tulisan, atau musik?
Orangtua perlu mengajarkan anak agar mereka mampu mengelola emosi dengan cara yang sehat. Ketika sedang marah, misalnya, anak yang pandai meregulasi emosinya tidak akan langsung berteriak, tapi menenangkan diri dulu sebelum mengatakan apa yang membuatnya marah.
“Sebenarnya anak akan menemukan cara yang terbaiknya,” kata Guru Besar PAUD dan Kesejahteraan Sosial di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, saat ditemui di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Cara anak mengungkapkan emosi dengan sehat
Biarkan anak eksplorasi banyak hal sejak dini
Anak bisa belajar menyalurkan emosi lewat banyak hal. Pakar menjelaskan pentingnya orangtua memberi ruang eksplorasi sejak dini.
Untuk mengetahui aktivitas apa yang disukai anak karena membuat mereka senang, tenang, dan nyaman, kuncinya adalah membiarkan anak mengeksplorasi banyak hal sedari dini.
Anak yang merasa senang saat mendengarkan musik, misalnya, bisa diarahkan untuk mencoba hal-hal yang berkaitan dengan musik, entah itu bernyanyi atau memainkan alat musik.
Anak yang menyukai ketenangan bisa diarahkan untuk mencoba yoga, misalnya. Sementara itu, anak yang menyukai seni bisa diarahkan untuk mencoba menggambar atau melukis, dan mencoba menulis (journaling).
“Makanya kan di TK diberi kesempatan sebesar-besarnya untuk anak (bereksplorasi). Ini yang disebut sebagai inklusif. Anak harus diberi kesempatan untuk mencari apa yang sebenarnya membuat dia nyaman,” kata Prof. Maila.
Orangtua pun sebaiknya jangan memaksa anak melakukan hal yang mereka tidak suka, seperti memaksa mereka untuk menari, padahal anak kurang suka menggerakkan seluruh tubuh mereka.
Ketika anak dibiarkan mengeksplorasi banyak hal sejak dini, anak jadi punya banyak cara yang bisa membuat dirinya nyaman untuk mengekspresikan emosinya kelak.
Anak bisa belajar menyalurkan emosi lewat banyak hal. Pakar menjelaskan pentingnya orangtua memberi ruang eksplorasi sejak dini.
Misalnya anak menyalurkan amarah dengan bermain musik, atau menyalurkan perasaan senang dengan menulis.
“Karena banyak kemarahan yang sebenarnya bukan ‘kemarahan’, tapi kekecewaan yang tidak bisa diekspresikan dan akhirnya menjadi ledakan. Padahal sebenarnya bisa saja dibentuk sebagai ekspresi musik, bernyanyi, atau main drum,” tutur Prof. Maila.
Setiap anak memiliki cara berbeda untuk menyalurkan perasaannya. Dengan bimbingan dan kebebasan eksplorasi sejak dini, mereka dapat menemukan cara sehat untuk menenangkan diri.
Dukungan orangtua menjadi kunci agar emosi anak tersalurkan tanpa harus meledak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.