Top 7+ Tanda Anxiety Kambuh Menurut Pakar, Lelah Tanpa Tahu Penyebab

Dalam perjalanan memulihkan kesehatan mental, kondisi tidak selamanya stabil.
Ada kalanya perasaan cemas yang sebelumnya sudah mereda, tiba-tiba datang kembali dengan intensitas yang lebih kuat.
Fenomena ini sering disebut para ahli sebagai anxiety flare-up atau relapse.
Mengenali sinyal kembalinya kecemasan sejak dini sangatlah penting agar kita bisa segera mengambil langkah penanganan.
Berikut adalah 7 tanda kecemasan Anda mulai kambuh menurut para pakar kesehatan mental.
1. Ketegangan otot yang tidak disadari
Seringkali tubuh memberikan sinyal sebelum pikiran kita menyadarinya.
Dikutip dari Cleveland Clinic, psikiater Karen Jacobs, DO menjelaskan, gejala fisik seperti rahang yang mengatup rapat atau bahu yang terasa kaku adalah tanda umum kecemasan sedang meningkat.
2. Gangguan pencernaan dan masalah perut
Ada koneksi kuat antara otak dan sistem pencernaan.
Saat kecemasan kambuh, sistem saraf enterik di usus akan bereaksi.
Dilansir dari Mayo Clinic, karena koneksi otak-usus, kecemasan dapat menyebabkan mual, nyeri perut, atau perubahan kebiasaan buang air besar.
3. Munculnya "brain fog" atau sulit fokus
Pikiran yang dipenuhi kekhawatiran menghabiskan banyak energi mental, sehingga kemampuan otak untuk fokus pada tugas sehari-hari akan menurun tajam.
Melansir dari Mayo Clinic, saat seseorang merasa cemas, otak sedang berada dalam mode bertahan hidup (survival mode).
Hal ini membuatnya sulit untuk berkonsentrasi pada hal lain selain sumber kekhawatiran.
4. Perubahan pola tidur
Tanda yang paling umum adalah ketidakmampuan untuk "mematikan" pikiran di malam hari.
Seseorang mungkin merasa lelah secara fisik, namun otak terus memutar skenario terburuk.
Mengutip dari Harvard Health Publishing, kesulitan tidur, baik itu sulit terlelap atau sering terbangun di tengah malam, sering kali merupakan tanda awal bahwa gangguan kecemasan sedang aktif kembali.
Kecemasan Lingkungan (Eco-anxiety)
5. Menjadi lebih mudah marah
Banyak yang mengira kecemasan hanya soal ketakutan, padahal kecemasan yang memburuk sering kali muncul dalam bentuk kemarahan atau rasa frustrasi yang cepat meledak.
Melansir dari Mayo Clinic, mudah marah adalah gejala kecemasan yang sering terabaikan.
Ketika sistem saraf terus-menerus waspada, ia akan memiliki ambang toleransi yang sangat rendah terhadap gangguan kecil.
6. Keinginan kuat untuk menghindar
Jika Anda mulai membatalkan janji temu, menunda pekerjaan yang biasanya mudah, atau menghindari interaksi sosial, ini adalah sinyal merah.
"Perilaku menghindar (avoidance) adalah 'bahan bakar' bagi kecemasan. Semakin Anda menghindari sesuatu karena merasa cemas, semakin besar rasa cemas itu tumbuh di kemudian hari," tulis psikiater Dr. Neel Burton, dikutip dari Psychology Today.
7. Kelelahan yang sulit dijelaskan
Kecemasan yang kambuh bukan hanya menguras pikiran, tapi juga energi fisik.
Kondisi waspada terus-menerus (high alert) membuat tubuh seolah-olah baru saja berlari maraton mental, sehingga Anda merasa sangat lelah meskipun tidak banyak beraktivitas fisik.
Dr. Krystal Lewis mengatakan kecemasan yang berkepanjangan membuat tubuh terus-menerus berada dalam mode 'lawan atau lari' (fight or flight).
Akibatnya, sistem saraf menjadi kelelahan, dan ini sering kali bermanifestasi sebagai rasa lelah yang kronis atau kelesuan yang luar biasa.
Pentingnya konsultasi ke profesional
Perlu diingat bahwa mengalami relapse bukan berarti Anda gagal dalam proses pemulihan.
Sebaliknya, ini adalah pengingat dari tubuh bahwa Anda membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat atau kembali berkonsultasi dengan profesional untuk mendapat pertolongan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang