Pakar UGM Ungkap Dampak Positif Mudik Gratis 2026 bagi Pemudik dan Layanan Transportasi
Pemerintah dan sejumlah pihak swasta rutin menyelenggarakan program mudik gratis menjelang Lebaran.
Program ini membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, untuk pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.
Selain itu, program mudik gratis juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi selama arus mudik.
Meskipun kuotanya masih terbatas, program ini tetap memberikan manfaat sosial bagi para pemudik.
Membantu pemudik berpenghasilan rendah
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Hengki Purwoto, mengatakan program mudik gratis umumnya menyasar masyarakat dengan daya beli rendah, seperti buruh pabrik dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kelompok ini biasanya memilih menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh karena keterbatasan biaya transportasi.
"Peran program mudik gratis ini memang tidak terlalu besar namun isu mudik gratis menjadi penting karena tingginya risiko kecelakaan di jalur Jabodetabek ke Jawa," ujar Hengki, di FEB UGM, dalam rilis resmi yang diterima pada Senin (9/3/2026).
Menekan risiko kecelakaan saat arus mudik
Menurut Hengki, arus mudik Lebaran setiap tahun melibatkan pergerakan jutaan orang dari berbagai daerah.
Ia menyebut total perjalanan mudik secara nasional diperkirakan mencapai sekitar 144 juta pergerakan.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar arus mudik berasal dari Jabodetabek menuju wilayah timur Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, serta beberapa daerah lain seperti Bali dan Nusa Tenggara.
Meskipun kapasitas program mudik gratis relatif kecil dibanding total jumlah pemudik, program tersebut tetap dinilai memiliki manfaat.
Hengki menyebut kuota mudik gratis dari wilayah Jabodetabek menuju Jawa dan Sumatera hanya sekitar 15.000 orang, atau sekitar 0,01 persen dari total pergerakan pemudik nasional.
"Jadi secara proporsi memang sangat kecil," kata dia.
Mengurangi dampak negatif arus mudik
Selain meningkatkan keselamatan perjalanan, program mudik gratis juga dinilai dapat membantu mengurangi sejumlah dampak negatif selama periode mudik.
- Beberapa di antaranya meliputi:
- Kemacetan lalu lintas di jalur mudik utama
- Risiko kecelakaan yang sering melibatkan kendaraan roda dua
- Tekanan terhadap infrastruktur transportasi, seperti jalan, jembatan, dan terminal.
Menurut Hengki, jika program mudik gratis mampu menurunkan angka kecelakaan maupun kerusakan infrastruktur, manfaat tersebut dapat dihitung sebagai manfaat sosial yang bernilai secara ekonomi.
Berpotensi efisien secara ekonomi
Ia menjelaskan efisiensi program mudik gratis dapat dihitung dengan membandingkan biaya penyelenggaraan program dengan manfaat sosial yang dihasilkan.
Jika penurunan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur dapat menghemat biaya kesehatan serta perbaikan fasilitas transportasi, maka manfaatnya bisa lebih besar dibandingkan biaya penyelenggaraan program.
Menurutnya, jika nilai manfaat sosial lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, maka program ini tetap berpotensi efisien meski skalanya kecil.
Dorong penguatan transportasi umum
Hengki menilai program mudik gratis juga dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan transportasi umum.
Ke depan, pengelolaan arus mudik dinilai perlu menjadi bagian dari manajemen transportasi regional yang berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan kapasitas armada, penguatan infrastruktur transportasi, serta pengembangan sistem tiket terintegrasi antar moda.
Menurut dia, transportasi umum harus menjadi andalan dalam mobilitas masyarakat, termasuk saat musim mudik Lebaran.
"Bagaimanapun transportasi umum harus menjadi andalan. Karena itu, perencanaan layanan harus mencakup peningkatan kualitas dan kuantitas yang dilakukan secara simultan agar setiap tahun kita tidak menghadapi beban fiskal berulang dengan pola yang sama," jelasnya.