Sebelum Dibunuh, Bocah 7 Tahun Ini Diberi Susu oleh Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Indramayu, Rekonstruksi pembunuhan, pembunuhan satu keluarga, rekonstruksi pembunuhan, pembunuhan di indramayu, pembunuhan keluarga di Indramayu, pembunuhan satu keluarga di indramayu, pembunuhan haji sahroni, pembunuhan haji sahroni indramayu, pembunuhan keluarga sahroni di indramayu, Sebelum Dibunuh, Bocah 7 Tahun Ini Diberi Susu oleh Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Fakta memilukan kembali terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Jawa Barat. Salah satu pelaku, Prio Bagus Setiawa sempat membuatkan susu untuk Ratu Khairunnisa, bocah berusia tujuh tahun sebelum anak itu dibunuh di kamar mandi.

Kasus ini menimpa Haji Sahroni (76) dan empat anggota keluarganya yang ditemukan terkubur di belakang rumah mereka di Jalan Siliwangi No 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, pada Senin (1/9/2025) malam.

Selain Haji Sahroni, korban lainnya ialah Budi Awaludin (43), Euis Juwita Sari (37), serta dua anak mereka, Ratu Khairunnisa (7) dan bayi berusia delapan bulan, Bela.

Penemuan jasad keluarga ini bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk menyengat dan melihat bagian kaki manusia menyembul dari tanah di bawah pohon nangka belakang rumah.

Kedua pelaku adalah Ririn Rifanto (35) dan Prio Bagus Setiawan (29).

90 Adegan Terungkap, Termasuk Momen Pelaku Buatkan Susu

Rekonstruksi pembunuhan digelar pada Rabu (12/11/2025) di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengatakan, terdapat 90 adegan yang diperagakan oleh dua tersangka yakni Ririn Rifanto (35) dan Prio Bagus Setiawan (29).

“Pada rekonstruksi ini diperagakan sebanyak 90 adegan oleh kedua tersangka, P dan R, untuk mengetahui secara detail peristiwa pembunuhan tersebut,” ujar Arwin dalam keterangan resminya, Rabu malam.

Dari seluruh adegan, satu momen paling menyayat hati terjadi saat pelaku memperagakan detik-detik terakhir Ratu Khairunnisa (7), cucu Haji Sahroni.

Anak itu sempat menangis ketakutan setelah melihat keluarganya satu per satu dihabisi.

“Dalam rekonstruksi terungkap adegan memilukan, di mana korban anak sempat menangis.

Tersangka P sempat memberi susu untuk menenangkannya, sebelum kemudian membunuhnya di kamar mandi,” kata Arwin.

Motif Sakit Hati karena Rp750 Ribu

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Ade Sapari mengungkapkan, pembunuhan sadis ini berawal dari persoalan sepele: uang sewa mobil sebesar Rp750 ribu.

Pelaku utama, R, disebut sakit hati kepada Budi Awaludin, anak Haji Sahroni, karena menolak mengembalikan uang sewa mobil yang mogok.

“Sebelumnya, R ini merental mobil ke Budi dengan memberikan uang sewa Rp750 ribu. Saat akan mengambil mobil, kendaraan itu ternyata mogok. R meminta uangnya kembali, tapi korban Budi menolak dengan alasan uangnya telah digunakan untuk belanja sembako,” ujar Kombes Ade, Selasa (9/9/2025).

R yang tersulut emosi kemudian merencanakan pembunuhan dan mengajak Angel dengan iming-iming uang.

Keduanya datang ke rumah korban pada Kamis (27/8/2025) malam membawa batang besi sebagai alat pembunuh.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka R memukul kepala Budi hingga tewas lalu menghabisi korban lain, sedangkan tersangka P menenggelamkan bayi berusia delapan bulan,” jelasnya.

Setelah membunuh seluruh korban, kedua pelaku mengubur jasad mereka di bawah pohon nangka, lalu membawa kabur uang Rp750.000, dua mobil, dan perhiasan bayi.

Rekonstruksi Dihadiri Kejaksaan, Tak Ada Fakta Baru

Polisi turut menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri Indramayu dalam proses rekonstruksi untuk memastikan kesesuaian berkas perkara.

Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan fakta baru di luar hasil penyidikan sebelumnya.

“Untuk fakta, sejauh ini masih sama seperti hasil pemeriksaan sebelumnya. Belum ditemukan fakta baru,” ujar Arwin.

Polisi memastikan kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Kami pastikan seluruh proses penyidikan dilakukan profesional dan transparan agar kasus ini segera disidangkan,” kata Arwin menegaskan.

Kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni mengguncang masyarakat Indramayu pada awal September 2025.

Lima jenazah ditemukan terkubur berjajar di halaman belakang rumah.

Tangis keluarga pecah saat pemakaman di TPU Nyairesik, Desa Sindang, pada Rabu (3/9/2025).

“Ini keluarga baik dan kami kehilangan satu keluarga sekaligus. Kami hanya ingin keadilan,” ujar Agus Suhendi (51), kerabat korban.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun sempat memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas pengungkapan kasus ini.

“Semoga pelaku mendapat hukuman setimpal,” tulisnya melalui media sosial.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul  dan TribunJabar.id dengan judul Pembantai 1 Keluarga di Paoman Indramayu Ternyata Sempat Bikinkan Susu untuk Anak yang Dia Bunuh

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.