Top 5+ Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo, CCTV Dimatikan dan Luka Sayat di Leher

Kepolisian Resor (Polres) Situbondo bersama Polda Jawa Timur terus mendalami kasus dugaan pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Hingga Senin (5/1/2026), tabir gelap masih menyelimuti peristiwa yang menewaskan tiga orang tersebut. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak dua kali dan memeriksa sejumlah saksi kunci guna mengungkap identitas pelaku.
Berikut adalah 5 fakta pembunuhan satu keluarga di Situbondo berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com:
1. Tiga Korban Tewas di Lokasi Berbeda dalam Rumah
Tragedi berdarah ini merenggut nyawa satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Korban diidentifikasi sebagai Muhammad Hasim (58) asal Pamekasan (ayah tiri), Suningsih (38) sang istri, dan Umi Rahmania (18) yang merupakan anak kandung Suningsih.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa para korban ditemukan di titik yang berbeda di dalam rumah mereka pada Minggu (28/12/2025).
"Tiga korban meninggal dunia di dalam rumah, satu di kamar mandi dan dua di kamar tidur," kata AKP Agung Hartawan kepada Kompas.com.
2. Luka Sayatan di Leher dan Temuan Pisau Berdarah
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan otopsi luar, ketiga korban mengalami luka yang serupa, yakni sayatan benda tajam di bagian leher. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga para korban kehilangan nyawa.
Di dekat jenazah Muhammad Hasim yang berada di kamar mandi, polisi menemukan sebuah benda yang diduga kuat sebagai senjata pembunuhan.
"Iya ada pisau (berlumur darah) dan kami jadikan barang bukti," tegas Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan.
3. Dugaan Pembunuhan Terencana: CCTV Sengaja Dimatikan
Polisi mengendus adanya unsur perencanaan yang matang dalam aksi kriminal ini. Fakta mengejutkan terungkap saat penyidik memeriksa perangkat CCTV di rumah korban.
Meski perangkat tersebut dalam kondisi baik dan tidak rusak, rekaman CCTV diketahui sengaja dimatikan saat peristiwa berlangsung.
"Ada dugaan CCTV sengaja dimatikan, dan tidak rusak," ungkap AKBP Rezi Darmawan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku mengenal situasi rumah dan merencanakan aksinya dengan detail.
4. Bukan Motif Perampokan atau Pencurian
Meskipun terjadi pembunuhan yang sangat sadis, pihak kepolisian memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang dari lokasi kejadian. Hal ini membuat penyidik mengerucutkan dugaan motif di luar perampokan atau pencurian.
Pihak keluarga korban sendiri dikenal sebagai pebisnis tembakau yang sukses di wilayah Besuki dan memiliki gudang penyimpanan tembakau sendiri.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif dendam atau masalah pribadi lainnya.
5. Polda Jatim Turun Tangan dan Periksa 4 Saksi
Mengingat tingkat kesadisan dan kerumitan kasus ini, Polda Jatim menerjunkan 15 personel tambahan untuk membantu Satreskrim Polres Situbondo.
Sejauh ini, empat orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk orang tua Suningsih yang merupakan orang pertama kali menemukan jenazah korban.
"Total ada 15 anggota Polda Jatim diperbantukan untuk menemukan dan mengungkap kasus ini. Kasus tersebut menjadi atensi pimpinan karena pembunuhannya sangat sadis," jelas AKBP Rezi Darmawan.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang