Perjalanan Kasus Hilangnya Bocah Alvaro! Diculik Hingga Dibunuh, Pelaku Ayah Tiri Tewas Gantung Diri
Kasus hilangnya seorang bocah bernama Alvaro Kiano Nugroho, berakhir tragis. Bocah berusia 6 tahun ini dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025 dan ditemukan tewas dibuang di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.
Polisi menetapkan Alex Iskandar, ayah tiri korban, sebagai tersangka. Kasus ini bermula ketika Alvaro tidak kembali ke rumah pada 6 Maret 2025, usai pamit mau ke masjid untuk salat magrib. Keesokan harinya, 7 Maret 2025, kakeknya melaporkan ke Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan.
Kemudian, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan, olah TKP (tempat kejadian perkara), meminta keterangan saksi, hingga melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Polisi juga melakukan klarifikasi kepada ayah kandung yang berada di Lapas Cipinang dan pendalaman informasi kepada ayah tiri korban.
Lokasi pembuangan jasad Alvaro
Ciri-ciri korban pun disebar melalui media sosial, dan dari informasi masyarakat, penyidik akhirnya mengerucut kepada satu orang yang diduga terlibat, yakni AI, ayah tiri korban.
Dalam pemeriksaan, tersangka Alex mengakui memiliki dorongan emosional dan niat balas dendam. Dari komunikasi digital yang diamankan, ia menulis berulang kali tentang kemarahan dan rasa sakit hati terhadap ibu Alvaro, Arum Indah Kusumastuti.
"Untuk hasil dari pemeriksaan kami berdasarkan keterangan dari tersangka, bahwa jenazah itu kejadian pada saat pembunuhan tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Aridan Satrio Utomo, dikutip Kamis, 27 November 2025.
Polisi menjelaskan, motif tersangka berhubungan dengan rasa sakit hati terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri dan dugaan perselingkuhan. Karena Alvaro adalah anak tiri, korban menjadi sasaran kekerasan tersangka.
Pada tanggal 9 Maret 2025, tiga hari setelah Alvaro hilang, tersangka membekap korban hingga meninggal dunia di dekat Masjid Bintaro, Jakarta Selatan. Setelah itu, korban dibungkus dengan tas plastik hitam dan dibuang di wilayah Tenjo, tepatnya di Jembatan Cilalai.
Penemuan jenazah dilakukan berkat saksi kunci bernama Guntur yang masih kerabat pelaku dan bantuan unit K-9 dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Saksi awalnya tidak menyadari isi kantong plastik dan sempat diberi tahu oleh tersangka bahwa isinya adalah bangkai anjing.
Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati, Farah Primadani Karouw, menjelaskan bahwa pada 24 November 2025, pihak RS menerima dua kantong jenazah. Satu kantong berisi 2 helai pakaian, yaitu kemeja putih lengan panjang dan celana pendek, sementara kantong lain berisi tulang belulang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tulang manusia bercampur pasir dan tulang diduga non-manusia. Jenis kelamin tulang tengkorak mengarah ke laki-laki. Lalu, perkiraan ras mongoloid. Analisa usia tidak bisa dipastikan karena tulang rahang tidak ditemukan.
Situasi di rumah duka anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6)
Satu tulang panjang diambil sampel untuk pemeriksaan DNA, yang telah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk identifikasi lebih lanjut. Farah menambahkan, jenazah Alex diterima di RS Polri Kramat Jati pada 23 November 2025 pukul 11.00 WIB.
Hasil visum menunjukkan adanya lecet tekan melingkari leher, sesuai pola gantung diri. Sementara itu, pihak kepolisian tetap menghormati keluarga tersangka yang belum berkenan untuk dilakukan autopsi. Polisi menekankan, kepastian identitas korban akan menunggu hasil uji DNA.
Polisi menambahkan, Alex sempat datang ke Polsek Pesanggrahan, berpura-pura mencari anaknya, namun jejak digital mengungkap maksud sebenarnya untuk menutupi perbuatannya.
Adapun kejadian tragis lain terjadi saat pemeriksaan tersangka. Pada Minggu dini hari, tersangka Alex dititipkan di ruang konseling karena statusnya sudah tersangka dan untuk pemeriksaan medis. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Heri, menjelaskan tersangka tewas bunuh diri disana.
"Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan celana. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuhnya," kata Budi.