Bocah 14 Tahun Mengaku Curi Contekan Donnarumma, Jadi Pahlawan Bosnia
Detail baru terungkap dalam tragedi kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Bocah 14 tahun mengaku mengambil contekan penalti Gianluigi Donnarumma.
Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai kalah 1-4 dalam adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa (31/3/2026) pekan silam.
Adu penalti harus dilakukan usai kedua tim berbagi skor sama kuat 1-1 dalam 120 menit duel, termasuk dua kali babak perpanjangan waktu.
Italia unggul lebih dulu via sepakan Moise Kean sebelum tuan rumah Bosnia-Herzegovina menyeimbangkan skor berkat sontekan Haris Tabakovic, 11 menit jelang waktu normal kelar.
Ketegangan sempat terjadi dalam momen adu penalti. Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, tampak sempat menumpahkan kemarahan kepada penjaga gawang Bosnia-Herzegovina, Nikola Vasilj.
Ketegangan dalam Adu Penalti
Donnarumma merasa contekannya yang berisi kebiasaan penendang penalti Bosnia, dicuri oleh Vasilj.
Alhasil, Donnarumma pun berupaya merobek catatan milik sang kiper Bosnia-Herzegovina.
Namun, ternyata contekan Donnarumma yang ditaruh di bawah handuk tak dicuri oleh Vasilj.
Seorang anak gawang berusia 14 tahun mengaku mengambil catatan penting milik Donnarumma.
“Saya melihat ada sesuatu di dekat handuk dan langsung sadar apa itu," ujar bocah yang menurut laporan Corriere dello Sport disebut bernama Afan Cizmic.
Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, bereaksi setelah kekalahan adu penalti lawan Bosnia dan Herzegovina. Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai menelan kekalahan 1-4 pada babak adu penalti saat bermain lawan Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Donnarumma Harus Mengandalkan Insting
Afan Cizmic merupakan pesepak bola muda dan tengah bermain di akademi NK Celik.
"Saya mengambilnya dan menyembunyikannya. Di situ ada semua informasi tentang pemain kami, dan tanpa daftar itu, Donnarumma harus mengandalkan instingnya,” ujarnya dilansir dari Corriere dello Sport.
Donnarumma yang biasanya begitu andal menghadapi situasi adu penalti, tak sekali pun bisa melakukan penyelamatan ketika melawan Bosnia-Herzegovina.
Pengakuan Cizmic tersebut jelas akan dianggap sebagai tindakan yang tak sportif oleh pendukung Timnas Italia.
Namun, di sisi lain, sang anak gawang berusia 14 tahun kini jadi idola baru di Bosnia. Bahkan, ada dorongan untuk menjadikannya maskot tim selama Piala Dunia 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang