Arsenal Vs Bayer Leverkusen: Bocah 16 Tahun Bawa Efek Positif
Arsenal berupaya memanfaatkan momentum positif usai meraih kemenangan atas Everton. Hasil itu jadi bekal The Gunners menghadapi Bayern Leverkusen.
Partai leg kedua 16 besar Liga Champions Arsenal vs Leverkusen akan digelar di Stadion Emirates, Selasa (17/3/2026) atau Rabu (18/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Arsenal mencoba mempertahankan momentum positif usai mereka menggebuk Everton 2-0 pada laga Liga Inggris akhir pekan silam.
Kemenangan dramatis atas Everton tersebut ditentukan oleh sepasang gol di periode akhir laga, masing-masing diciptakan oleh Viktor Gyokeres (89') dan pemain muda 16 tahun Max Dowman (90+7').
Dilansir dari The Guardian, Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, menggambarkan suasana penuh kebahagiaan yang dirasakan seluruh tim setelah gol Dowman tersebut.
“Kami semua sangat bahagia. Kami berlari ke arahnya dan ke arah para suporter. Rasanya seperti bertarung dengan fan, tetapi tentu dalam arti yang menyenangkan. Dan Itu luar biasa,” ujar Calafiori.
Arteta Ingin Jaga Momentum Positif
Manajer Arsenal asal Spanyol Mikel Arteta meneriakkan instruksi kepada para pemain dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris antara Aston Villa dan Arsenal di Villa Park di Birmingham, Inggris tengah pada 6 Desember 2025.
Pelatih Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya harus mampu menjaga momentum tersebut untuk meraih hasil maksimal di Liga Champions.
Menurut Arteta, energi positif dari kemenangan sebelumnya harus dimanfaatkan untuk menghadapi laga penting melawan Leverkusen.
Arsenal perlu meraih kemenangan untuk lolos ke perempat final setelah pada leg pertama berbagi skor 1-1 dengan Leverkusen.
“Saat Anda memiliki momentum seperti itu, Anda harus menjaganya dan meningkatkannya. Kami harus menggunakan energi dan semangat itu untuk melangkah ke perempat final,” ujar Arteta.
Arsenal memiliki catatan kandang yang impresif di Liga Champions, dengan 13 kemenangan dari 16 laga terakhir di bawah asuhan Arteta.
Dukungan suporter di Emirates juga diyakini akan menjadi faktor penting dalam upaya The Gunners melaju ke babak delapan besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Waspadai Ancaman Leverkusen
Meski demikian, Arteta tetap mewaspadai kekuatan Leverkusen yang dinilai memiliki kualitas individu mumpuni di berbagai lini.
Tim asal Jerman tersebut datang dengan kepercayaan diri setelah meraih hasil positif di kompetisi domestik dan Eropa.
“Mereka punya banyak kualitas individu di berbagai area lapangan. Kami harus bermain di level yang lebih tinggi, baik secara kolektif maupun individu,” ujar Arteta.
Pada leg pertama, Arsenal sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan Leverkusen, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan serangan terbuka.
Gol Leverkusen yang diciptakan Robert Andrich lahir dari situasi tendangan penjuru.
Calafiori pun menekankan pentingnya mentalitas bertahan yang kuat dalam pertandingan krusial seperti ini.
“Kami harus bermain dengan seluruh kemampuan untuk melindungi gawang dan hasil pertandingan. Di level ini, detail kecil bisa mengubah segalanya,” tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang