Pandji Pragiwaksono Terancam Dipolisikan hingga Hukum Adat Gegara Candaan tentang Tradisi Toraja

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono

 Komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan publik setelah cuplikan video penampilannya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Pandji tampak melontarkan materi komedi yang menyinggung adat dan budaya Suku Toraja, khususnya terkait tradisi Rambu Solo’. 

Tak hanya sekadar ucapan, Pandji juga disorot karena menambahkan gimmick dan gestur yang dianggap memperolok tradisi sakral tersebut. Scroll lebih lanjut yuk!

Tingkah tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama masyarakat asal Sulawesi Selatan. Ketua Pengembangan Organisasi Pinisi Indonesia, Piter Higo, mengecam tindakan Pandji yang dinilai melecehkan nilai-nilai adat Toraja dan meresahkan masyarakat.

“Masyarakat Toraja menilai celotehan Pandji melakukan itu karena dengan sengaja. Sebab dia dalam keadaan sadar sengaja melakukan bully-an terhadap adat Suku Toraja,” ujar Piter dalam keterangannya, melansir tvOnenews, Senin 3 November 2025.

Piter menilai, materi yang dibawakan Pandji tidak berdasarkan fakta, melainkan sekadar upaya mencari sensasi dan keuntungan pribadi dari tawa penonton. Karena itu, pihaknya menyatakan akan menempuh langkah hukum dengan melaporkan Pandji Pragiwaksono ke pihak kepolisian.

Menurutnya, laporan tersebut bertujuan agar komika tersebut mendapat sanksi yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Lebih lanjut, Piter juga menyerukan agar Pandji dikenakan hukuman adat Toraja, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang tersinggung atas ucapannya. 

Ia menegaskan bahwa di tengah kondisi bangsa yang sedang berupaya menjaga persatuan, seharusnya figur publik justru membantu menciptakan suasana yang harmonis.

“Negara kita saat ini dalam kondisi situasi yang kurang baik harusnya kita membantu Presiden Prabowo dalam menciptakan situasi yang harmonis, bukan menambah situasi yang dapat membuat runyam keadaan situasi negara kita. Suku apapun itu yang ada di NKRI kita tidak boleh hina karena kita sebagai satu kesatuan budaya bangsa yang tak terpisahkan,” pungkasnya.

Hingga kini, Pandji Pragiwaksono belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Namun, netizen dan tokoh masyarakat Toraja terus menyoroti kasus ini, menuntut permintaan maaf terbuka dan langkah hukum yang tegas atas dugaan penghinaan terhadap warisan budaya Nusantara.