Ini Alasan Ahok Dukung Stand Up Pandji Pragiwaksono yang Tuai Pro-Kontra

Ahok Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Pertamina
Ahok Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Pertamina

 Di tengah derasnya kritik terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok justru mengambil posisi yang berlawanan dari arus besar. Saat sebagian publik menilai materi Pandji terlalu tajam dan berisiko, Ahok dengan tegas menyatakan dukungannya. 

Dukungan Ahok tersebut disampaikan secara terbuka saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam sebuah tayangan YouTube. Dalam obrolan santai itu, Ahok menegaskan bahwa dirinya berada di pihak yang mendukung Pandji, meski menyadari betul bahwa materi Mens Rea mengangkat isu sensitif seperti hukum, politik, dan kekuasaan.

Eks Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Ahok mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya berniat menonton langsung pertunjukan Pandji Pragiwaksono. Bahkan, tiket pertunjukan tersebut sudah ia beli jauh-jauh hari. Namun kondisi tertentu membuatnya mengurungkan niat hadir langsung di lokasi karena kondisi yang menurutnya tidak memungkinkan. 

“Harusnya gua datang, gua udah beli tiket gara-gara ada demo-demo kan. Iya. Terus dibilangin nanti lu tahu sendiri muka gua kan nanti kan takut ada yang kenalin susah kan. Tapi gua sudah nonton di Netflix nonton. Waduh gila deh Panji nekat banget,” kata Ahok yang dikutip dari YouTube Denny Sumargo pada Jumat, 9 Januari 2025.

Meski hanya menonton melalui platform digital, Ahok memastikan dirinya menyimak keseluruhan materi Mens Rea hingga selesai. Dari situlah, ia menilai keberanian Pandji dalam menyampaikan kritik sebagai sesuatu yang patut diapresiasi.

Menurut Ahok, polemik yang muncul akibat materi stand up Pandji bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia menilai pro dan kontra merupakan konsekuensi logis ketika komedi digunakan sebagai medium kritik sosial dan politik. Namun, alih-alih menjaga jarak, Ahok justru secara gamblang menyatakan sikapnya.

“Gua sih pro banget tuh,” ujar Ahok.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Ahok melihat Mens Rea bukan sekadar hiburan, melainkan ruang berekspresi yang sah untuk menyampaikan pandangan kritis.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian Ahok adalah cara Pandji membingkai materi sensitifnya. Ia menyoroti penggunaan frasa pembuka “menurut keyakinan saya” yang dinilai cerdas sekaligus strategis.

“Kan dia udah pintar, dia udah pakai disclaimer nih ‘menurut keyakinan saya’,” ujarnya lagi.

Ahok bahkan menghubungkan frasa tersebut dengan pengalaman pribadinya saat menjalani proses hukum di masa lalu. Ia mengaku kalimat “menurut keyakinan saya” memiliki resonansi emosional yang kuat baginya.

“Karena dulu gua di penjara hakimnya mengatakan ini kan keyakinan orang walaupun ada beda-beda. Emang salah dia punya keyakinan? Karena keyakinan makanya lu salah,” katanya.

Pengalaman itulah yang membuat Ahok melihat ironi dalam cara Pandji menyampaikan kritik. Ia merasa penggunaan frasa tersebut seolah menjadi refleksi dari perjalanan hidupnya sendiri.

“Ah, jadi akhirnya gua begitu dikasih Panji ngomong tahu enggak kayaknya hukum karma nih gua jadi demen berarti dengan ngomong dengan ngomong keyakinan gua berarti gua berhak,” tandasnya.

Meski mendukung, Ahok tetap realistis. Ia menyadari bahwa materi yang tajam selalu memiliki potensi konsekuensi hukum. Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dirugikan dan membawa persoalan ke ranah hukum, risiko tersebut tetap tidak bisa dihindari.