3 Alasan Pihak Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono

Dharma Pongrekun, 3 Alasan Pihak Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono

Pihak Dharma Pongrekun melayangkan somasi kepada komedian Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy Mens Rea yang tayang di Netflix.

Somasi tersebut disampaikan melalui pernyataan terbuka Juru Bicara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2024, Dharma Pongrekun–Kun Wardana, Ikhsan Tualeka.

Namun, somasi etik terbuka tersebut tidak dimaksudkan sebagai langkah hukum, melainkan bentuk keberatan moral terhadap materi komedi politik yang dinilai berpotensi merendahkan pemilih tertentu dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

Berikut beberapa alasan Dharma Pongrekun melayangkan somasi kepada Pandji Pragiwaksono:

1. Merendahkan hak politik warga

Menurut Ikhsan, materi Mens Rea tidak hanya mengkritik kandidat, tetapi juga mengarah pada candaan yang dianggap mendeligitimasi warga atas pilihan politik mereka.

“Yang dipersoalkan bukan perbedaan pandangan politik, melainkan cara pandang yang merendahkan hak politik sebagian warga,” ujar Ikhsan dalam keterangannya yang diterima Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

“Ketika pilihan itu dijadikan objek olok-olok di ruang publik, maka yang direndahkan bukan semata seorang kandidat, melainkan sebagian nyata dari rakyat Jakarta yang menggunakan hak,” sambung dia.

2. Pendukung Dharma–Kun merasa dianggap tidak rasional

Ikhsan mengaku menerima banyak keluhan dari para pendukung Dharma–Kun setelah tayangan Mens Rea beredar.

Para pemilih merasa diposisikan sebagai kelompok yang tidak rasional atau kurang cerdas dibandingkan pemilih lainnya.

“Ini bukan soal sensitivitas berlebihan, melainkan soal martabat politik warga negara,” ujarnya.

Dalam somasinya, Ikhsan menilai humor politik seharusnya memperkaya ruang dialog publik, bukan justru menciptakan hierarki simbolik antarwarga negara

3. Menjadikan pemilih Dharma–Kun sebagai objek untuk keuntungan

Ikhsan menilai, materi komedi melalui platform berbayar menempatkan Pandji dalam posisi relasi kuasa yang lebih kuat dibandingkan warga yang menjadi objek candaan.

Ia mengaitkan situasi ini dengan konsep kekerasan simbolik yang diperkenalkan sosiolog Prancis, Pierre Bourdieu.

“Ia tidak hadir dalam bentuk larangan atau ancaman, tetapi melalui penertawaan yang tampak wajar, bahkan dianggap cerdas. Namun dampaknya nyata: delegitimasi pilihan politik warga dan pengerdilan partisipasi,” jelas Ikhsan.

Menurut dia, materi humor tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi komoditas yang menghasilkan keuntungan komersial dengan menjadikan pemilih sebagai objek candaan.

Sebelumnya, dalam pertunjukan komedi Mens Rea yang tayang di Netflix, Pandji Pragiwaksono menyinggung sosok Dharma Pongrekun.

Dia menyinggung nama Dharma Pongrekun, yang menurutnya kerap menampilkan keberanian tanpa disertai rasionalitas.

Pandji juga turut mengulas pandangan Dharma terkait penolakan vaksin Covid-19 dan teori konspirasi yang diyakininya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang