Muannas Kecam Pandji Pragiwaksono, Materi Stand Up Dinilai Jadikan Sholat Bahan Lelucon
Komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan menyusul pertunjukan stand-up comedy terbarunya bertajuk 'Mens Rea'. Materi yang dibawakan Pandji dinilai ada yang menyinggung praktik ibadah umat Islam.
Founder Indonesian Cyber, Muannas Alaidid, menilai materi yang dibawakan Pandji telah melewati batas kebebasan berekspresi. Ia menganggap candaan yang menyinggung ibadah sholat merupakan bentuk pelecehan terhadap agama Islam dan berpotensi merusak akidah.
Melalui unggahan di akun media sosial Instagram dan X miliknya, @muannas_alaidid, pada Sabtu, 10 Januari 2026, Muannas menyampaikan kritik keras terhadap Pandji Pragiwaksono. Menurutnya, sholat telah dijadikan bahan lelucon di ruang publik.
Ia juga menyinggung rekam jejak Pandji yang sebelumnya pernah menuai kontroversi. Namun, Muannas menilai polemik kali ini jauh lebih serius karena menyentuh ranah keyakinan umat beragama.
"Setelah melecehkan Suku Toraja, sekarang Pandji Pragiwaksono melecehkan agama Islam. Ia mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengajak mereka menertawakan sholat dan ormas Islam," kata Muannas dikutip Minggu, 11 Januari 2026.
Muannas menilai penggunaan sholat sebagai materi satire politik merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.
"Kini, Sholat dijadikan bahan lelucon untuk apa? satire politik. Apakah pantas agama yang kita jadikan pedoman, dijadikan materi komedi atas dasar kritik politik? Apakah harus membawa-bawa agama dalam urusan politik? Apa melecehkan agama dan suku di Indonesia sekarang sudah dianggap sebagai kebebasan berekspresi?," kata dia.
Ia mengingatkan bahwa sholat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang memiliki kedudukan sangat penting dalam ajaran Islam. Menurutnya, sholat menjadi ibadah pertama yang akan dihisab kelak.
"Kelak nanti, sholat menjadi ibadah yang pertama kali dihisab. Berbagai keutamaan sholat membuatnya ibadah ini menjadi tiang agama Islam," ujarnya.
Muannas menegaskan, tindakan Pandji telah melampaui batas toleransi publik. Ia bahkan menyerukan agar ada sikap tegas jika negara dinilai tidak mengambil peran dalam menyikapi polemik tersebut.
"Tentu semua ada batasannya dan Pandji jelas-jelas telah menjadi bagian orang yang melewati batas. Kalau negara diam, rakyat yang harus bergerak," kata Muannas.
Sebagai informasi, Mens Rea merupakan komedi spesial ke-10 Pandji Pragiwaksono yang mengangkat isu budaya hukum di Indonesia serta berbagai ironi dalam kehidupan sosial dan politik.
Dengan gaya satir khasnya, Pandji mengajak penonton untuk berpikir kritis terhadap realitas yang kerap dianggap lumrah.