Mens Rea Banyak Dilaporkan, Pandji Pragiwaksono Gak Kapok Bikin Stand Up Comedy
Meski pertunjukan stand up comedy Mens Rea banyak dilaporkan dan menuai kontroversi, Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak kapok untuk terus membuat stand up comedy. Bagi Pandji, selama niatnya datang untuk menghibur dan membuka ruang dialog, tidak ada alasan baginya untuk berhenti berkarya.
Pernyataan itu disampaikan Pandji setelah menghadiri audiensi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan tabayun atas polemik yang berkembang usai pertunjukan Mens Rea dipersoalkan oleh sejumlah pihak hingga berujung laporan hukum. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Komika Pandji Pragiwaksono
“Nggak (kapok) karena memang tidak datang dengan niat jahat datangnya hanya dengan niat menghibur untuk bikin masyarakat ketawa,” ujar Pandji.
“Jadi saya rasa sebagai seorang pelawak karena datangnya dari niat yang baik… maka nggak ada alasan untuk kapok sih gitu kurang lebih,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, Pandji hadir bersama Haris Azhar. Haris menjelaskan bahwa tujuan utama pertemuan dengan MUI adalah membuka dialog dan menjernihkan kesalahpahaman, bukan mencari pembenaran.
“Tadi kita ke sini sebenarnya niatnya apa namanya tabayun, silaturahim menjelaskan situasi yang berkembang belakangan ini,” kata Haris.
Ia menegaskan bahwa dialog menjadi kunci penting dalam menghadapi polemik yang melibatkan karya seni.
“Menurut saya, menurut kami, memang Pandji penting untuk bertemu dan dialog karena satu kunci pentingnya Pandji adalah dialog,” ujarnya.
Pandji sendiri menilai dialog adalah langkah paling sehat ketika sebuah karya menuai beragam tafsir.
“Saya berniat untuk bersilaturahmi kemudian untuk bertabayun mencoba untuk menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya,” ucap Pandji.
Pandji menegaskan bahwa meski Mens Rea tidak akan kembali dipentaskan, hal itu bukan berarti ia berhenti membuat pertunjukan tunggal.
“Kalau pertanyaan apakah ada Mens Rea lagi jawabannya tidak, tapi bukan karena saya tidak bikin pertunjukan lagi,” kata Pandji.
“Saya akan selalu bikin pertunjukan hanya saja dalam 10 pertunjukan tunggal saya terakhir tidak ada yang judulnya sama,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa tema sosial dan politik masih akan menjadi bagian dari materi stand up-nya, karena berasal dari keresahan sebagai warga masyarakat.
Dari dialog bersama MUI, Pandji mengaku mendapat pengingat penting tentang tanggung jawab seorang seniman.
“Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi,” ujar Pandji.
Ia menyadari bahwa karya yang ingin dinikmati banyak orang juga harus mempertimbangkan perasaan banyak pihak.
“Karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga,” tuturnya.
Meski dilaporkan ke polisi, Pandji menegaskan tidak akan menghindari proses hukum. Ia memilih untuk hadir dan menjalani semua tahapan yang ada.
“Saya akan jalanin prosesnya saja… saya tidak akan menghindar panggilan ketika saya dibutuhkan untuk hadir tentu saya akan hadir,” tutupnya.