Hadapi 10 Laporan Polisi Terkait Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Gue Ngomong Apapun yang Gue Mau

Kunjungan Pandji Pragiwaksono dan Popon Kerok di VIVA.co.id
Kunjungan Pandji Pragiwaksono dan Popon Kerok di VIVA.co.id

 Polemik seputar materi stand up comedy Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono terus bergulir. Usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, komika sekaligus sutradara itu mengungkap fakta mengejutkan: laporan terhadap dirinya bukan hanya satu, melainkan mencapai dua digit.

Hal tersebut diungkapkan Pandji saat berbincang dengan Denny Sumargo di kanal YouTube milik mantan pebasket tersebut. Saat ditanya soal jumlah laporan yang masuk, Pandji menjawab singkat namun tegas. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sepuluh katanya," kata Pandji dikutip Selasa 3 Februari 2026.

Menurut Pandji, laporan-laporan itu datang dari berbagai arah dan membawa isu yang beragam, mulai dari dugaan menyinggung fisik Wakil Presiden hingga tuduhan penistaan agama.

"Gua lupa apa aja. Tapi ada yang karena katanya menyinggung fisik Wapres Gibran. Terus ada sejumlah yang penistaan agama," ungkap bintang film Partikelir ini.

Denny Sumargo kemudian menyoroti salah satu laporan yang disebut berkaitan dengan gerakan salat dalam materi Mens Rea, serta mempertanyakan apakah ada organisasi besar yang merasa tersinggung.

"Itu salat tuh, urusannya ama salat. Dari organisasi..." pancing Denny.

Pandji pun mengiyakan dan menyebut ada pihak yang mengklaim membawa nama organisasi besar.

"Betul, NU, yang mengaku mewakili NU dan Muhammadiyah. Gua lupa siapa aja," sambung Pandji.

Meski menghadapi situasi tersebut, Pandji mengaku yang paling membuatnya terkejut adalah kenyataan bahwa pertunjukan komedi berbayar bisa berujung laporan hukum.

"Kaget sih sejujurnya. Terus gua ini kan cuma bercandaan, ini kan komedi jelaslah orang mau ngomong, 'Ah, nggak bisa ngeles komedi lu.' Lah orang bayar untuk nonton kok, itu jelas pertunjukan komedi," tegasnya.

Dalam perbincangan itu, Pandji juga menegaskan sikapnya soal kebebasan berekspresi. Ia menyebut tak lagi memusingkan apakah materinya dianggap aman atau tidak oleh publik, terutama setelah pengalaman hukum yang pernah ia alami sebelumnya.

"Gue udah berhenti mikirin apakah ini aman atau tidak, apakah ini menyinggung atau tidak, sejak kasus kucing," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Pandji, yang terpenting saat ini adalah niat dalam berkarya. Selama ia merasa tidak memiliki maksud buruk, ia akan tetap berbicara apa adanya, meski berisiko.

"Terpenting gua tau niatnya nggak buruk aja. Jadi gua ngomong apa pun yang gua mau," pungkas Pandji Pragiwaksono.