Sebut Tak Akan Ada Mens Rea Lagi, Pandji Pragiwaksono Berhenti Stand Up Comedy?

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono

 Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dirinya tidak berhenti dari dunia stand up comedy, meski memastikan tidak akan ada lanjutan dari pertunjukan spesial Mens Rea. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi publik yang mengira keputusan tersebut menjadi tanda Pandji pensiun dari panggung komedi.

Komika sekaligus produser itu justru menilai pertanyaan yang berkembang selama ini keliru. Bagi Pandji, tidak adanya Mens Rea lagu bukan berarti ia berhenti berkarya, melainkan bagian dari prinsip kreatif yang sudah lama ia pegang. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Pandji Pragiwaksono

“Pertanyaan yang lebih bener adalah apakah Panji akan stand up lagi… atau Pandji bakal stand up special lagi atau nggak jawabannya adalah akan, tapi butuh waktu,” jawabnya  melalui klarifikasi di kanal YouTube miliknya, dikutip pada Kamis, 15 Januari 2026.

Nama Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah potongan pernyataannya soal Mens Rea beredar luas di Twitter dan berbagai platform digital. Banyak warganet menafsirkan pernyataannya sebagai sinyal bahwa Pandji memilih mundur dari dunia stand up comedy, anggapan yang langsung ia luruskan.

Pandji mengakui, pertanyaan soal kelanjutan Mens Rea memang sudah lama ia terima, bahkan menjadi salah satu yang paling sering muncul dari para penonton.

“Lagi rame di Twitter dan di media tentang gue gak akan bikin Mens Rea part 2… ini salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanya-tanya,” kata Pandji. 

Menanggapi hal tersebut, Pandji menegaskan bahwa keputusannya bukan diambil secara tiba-tiba. Prinsip berkarya menjadi fondasi utama yang selama ini ia jaga, khususnya terkait judul pertunjukan stand up comedy.

“Jawaban singkatnya adalah karena saya tidak pernah mengulang judul alias gak pernah menggunakan judul yang sama,” ungkapnya.

Pandji menjelaskan bahwa Mens Rea merupakan pertunjukan stand up comedy ke-10 dalam perjalanan kariernya. Sejak awal tampil sebagai komika profesional, ia selalu menghadirkan judul berbeda untuk setiap special yang dirilis.

“Mens Rea adalah pertunjukan ke-10, dari 1-10 judulnya selalu beda-beda,” ungkapnya lagi.

Menurut Pandji, penggunaan judul berseri sebenarnya bukan hal yang salah. Banyak komika atau kreator lain yang memilih format tersebut. Namun, ia secara personal terinspirasi oleh komika-komika dunia yang selalu menghadirkan konsep baru di setiap pertunjukan.

Baginya, setiap special stand up comedy ibarat sebuah album. Judul bukan sekadar nama, melainkan representasi dari gagasan, sudut pandang, dan energi yang berbeda di setiap fase kehidupan kreatifnya.

Meski memastikan Mens Rea tidak akan berlanjut, Pandji tetap membuka ruang besar untuk pertunjukan stand up comedy berikutnya. Hanya saja, ia menekankan bahwa proses kreatif membutuhkan waktu panjang agar materi benar-benar matang.

“Di Mens Rea kan durasi stand up saya 2 jam, itu setahun lebih nulisnya… dicobain di open mic-nya itu selama 1 tahun,” jelasnya.

Soal tema, Pandji juga memastikan bahwa isu sosial dan politik akan tetap menjadi bagian penting dalam karya-karyanya mendatang.

“Apakah temanya akan politik? Pasti akan karena itu yang deket sama saya, saya deket dengan isu-isu sosial politik,” jelasnya lagi.