Ratusan Massa Geruduk Polda Metro, Desak Polisi Usut Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono
Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Gerakan Kader Umat Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak kepolisian mengusut dugaan penghinaan terhadap agama Islam dalam stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono.
Massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 13.20 WIB. Mereka kemudian, menyampaikan orasi secara bergantian sambil membentangkan poster berisi tuntutan dan kritik terhadap konten tayangan tersebut.
Aparat kepolisian tampak bersiaga melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi. Sejumlah personel Polda Metro Jaya juga melakukan pengaturan dan penyuraian massa guna memastikan aksi berjalan tertib serta tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas di sekitar Mapolda Metro Jaya.
Meski hujan, massa masih bertahan di depan Mapolda Metro Jaya. Orasi terus disampaikan secara bergantian sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada aparat penegak hukum.
Dalam tuntutannya, Gerakan Kader Umat Islam meminta Polda Metro Jaya mengusut secara tuntas, profesional, dan transparan dugaan adanya unsur penghinaan terhadap agama Islam, konten provokatif, hasutan, serta penyebaran kebencian dalam tayangan Mens Rea Show.
Massa menilai konten tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan melukai perasaan umat Islam. Oleh karena itu, mereka mendesak kepolisian untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya diberitakan, kontroversi kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Komika ternama Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik buntut materi stand up comedy yang ia bawakan dalam acara Mens Rea.
Materi tersebut dinilai menyinggung dan merugikan organisasi Islam besar di Indonesia. Laporan itu dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Aduan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, mengatakan langkah hukum ditempuh karena materi komedi Pandji dianggap tidak lagi sekadar hiburan, melainkan sudah menjurus pada penghinaan dan fitnah yang memicu kegaduhan publik.
“Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” kata Rizki kepada wartawan, dikutip Jumat, 9 Januari 2026.
Sebagai informasi, Mens Rea merupakan komedi spesial ke-10 Pandji Pragiwaksono yang mengangkat isu budaya hukum di Indonesia serta berbagai ironi dalam kehidupan sosial dan politik.
Dengan gaya satir khasnya, Pandji mengajak penonton untuk berpikir kritis terhadap realitas yang kerap dianggap lumrah.