Konsumsi Bubuk Elektrolit Saat Olahraga, Perlukah? Ini Kata Dokter

elektrolit, bubuk elektrolit, Konsumsi Bubuk Elektrolit Saat Olahraga, Perlukah? Ini Kata Dokter, Apa itu elektrolit dan dari mana asalnya?, Tidak selalu dibutuhkan saat olahraga, Kandungan natrium perlu diwaspadai, Boleh diminum, tapi bukan keharusan

Bubuk elektrolit kini makin populer dan sering dianggap sebagai solusi cepat untuk menjaga hidrasi tubuh. Produk ini banyak dipromosikan di media sosial sebagai penunjang kebugaran, pemulihan setelah olahraga, hingga gaya hidup aktif.

Padahal, bagi sebagian besar orang, konsumsi bubuk elektrolit sebenarnya tidak selalu dibutuhkan. 

Dalam kondisi tertentu, minum bubuk elektrolit justru perlu diperhatikan karena berpotensi menambah asupan garam dan gula secara berlebihan.

“Untuk orang yang tidak rutin berolahraga atau tidak melakukan aktivitas fisik berat, bubuk elektrolit sebenarnya tidak diperlukan untuk hidrasi,” ujar profesor kedokteran darurat BJ Balcik, dikutip dari HuffPost, Selasa (3/1/2026).

Apa itu elektrolit dan dari mana asalnya?

Elektrolit merupakan mineral penting seperti natrium, kalium, dan magnesium yang berperan dalam fungsi saraf, kontraksi otot, serta keseimbangan cairan tubuh. Elektrolit secara alami hilang melalui keringat dan urine.

Namun, sebagian besar orang sebenarnya sudah mendapatkan elektrolit yang cukup dari makanan dan minuman sehari-hari, seperti pisang, alpukat, sayuran hijau, susu, jeruk, hingga air kelapa.

Menurut Balcik, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk hidrasi harian, terutama bagi orang yang tidak melakukan olahraga intens.

Tidak selalu dibutuhkan saat olahraga

Anggapan bahwa bubuk elektrolit wajib dikonsumsi setiap kali berolahraga dinilai kurang tepat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Jeffrey Bytomski menjelaskan, orang yang berolahraga ringan hingga sedang, atau beraktivitas fisik kurang dari dua jam, umumnya tidak membutuhkan tambahan elektrolit dari suplemen.

“Untuk olahraga ringan seperti berjalan kaki atau latihan singkat, air putih dan makanan sehari-hari sudah cukup,” kata Bytomski.

Bubuk elektrolit baru bisa bermanfaat bagi mereka yang melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu lama, seperti latihan maraton, olahraga intens lebih dari satu jam, atau orang yang mudah mengalami kram dan berkeringat berlebihan.

Kandungan natrium perlu diwaspadai

Salah satu perhatian utama dari bubuk elektrolit adalah kandungan natriumnya. Beberapa produk mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi.

Menurut Bytomski, ada produk bubuk elektrolit yang mengandung hingga 1.000 miligram natrium per sajian, jumlah yang dinilai cukup berlebihan bagi kebanyakan orang.

Sebagai perbandingan, rekomendasi asupan natrium harian orang dewasa berkisar antara 1.500 hingga 2.300 miligram natrium per hari.

“Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelas Bytomski.

Balcik juga mengingatkan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi atau gangguan ginjal perlu lebih berhati-hati.

“Natrium dapat bertahan lebih lama di tubuh mereka dan memicu masalah kesehatan,” ujarnya.

Boleh diminum, tapi bukan keharusan

Meski bubuk elektrolit mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium, tubuh memiliki mekanisme alami untuk membuang kelebihan elektrolit melalui ginjal.

Dengan kata lain, konsumsi bubuk elektrolit tidak otomatis membuat tubuh lebih terhidrasi atau lebih sehat dibandingkan minum air putih biasa.

“Jika seseorang sudah mendapatkan elektrolit yang cukup dari makanan, kelebihannya hanya akan dibuang oleh tubuh,” kata Bytomski.

Para ahli menegaskan bahwa tidak ada larangan mutlak mengonsumsi bubuk elektrolit, terutama jika membantu seseorang lebih rajin minum air atau mengurangi konsumsi minuman manis.

Namun, penting untuk mempertimbangkan kandungan natrium dan mengetahui bahwa produk ini bukan kebutuhan harian bagi kebanyakan orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang