Bolehkah Olahraga saat Puasa? Ini Waktu dan Jenis Latihan yang Disarankan Selama Ramadhan

Ilustrasi lari.
Ilustrasi lari.

Menjalani puasa Ramadhan bukan berarti Anda harus menghentikan seluruh aktivitas fisik. Banyak orang justru bertanya, bolehkah olahraga saat puasa tanpa membahayakan kesehatan? 

Kekhawatiran ini wajar, mengingat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa cepat lelah, lemas, bahkan khawatir mengalami dehidrasi jika tetap berolahraga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, menjaga kebugaran tubuh selama bulan puasa tetap penting. Aktivitas fisik yang tepat justru dapat membantu mempertahankan massa otot, menjaga metabolisme, serta meningkatkan suasana hati. 

Kuncinya bukan pada berhenti berolahraga, melainkan menyesuaikan intensitas, durasi, dan waktu latihan agar selaras dengan kondisi tubuh saat berpuasa. Scroll untuk info lebih lanjut... 

Bolehkah Olahraga saat Puasa?

Melansir dari Cleveland Clinic, Jum'at, 20 Februari 2026, secara umum, olahraga saat puasa diperbolehkan dan aman dilakukan selama Anda memperhatikan kondisi fisik masing masing. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap bisa dijalankan tanpa mengganggu ibadah puasa, bahkan dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan.

Namun, olahraga intensitas tinggi saat tubuh sedang kekurangan cairan berisiko menyebabkan dehidrasi, pusing, penurunan tekanan darah, serta kelelahan berlebihan. Sebab itu, pemilihan waktu dan jenis olahraga saat puasa menjadi faktor yang sangat menentukan.

Manfaat Olahraga saat Puasa

Berikut beberapa manfaat olahraga saat puasa Ramadhan jika dilakukan dengan tepat:

1. Menjaga Massa Otot

Ketika asupan makanan berubah, tubuh berpotensi kehilangan massa otot. Latihan ringan seperti bodyweight training membantu mempertahankan kekuatan otot.

2. Mendukung Metabolisme Tubuh

Aktivitas fisik membantu metabolisme tetap aktif meskipun frekuensi makan berkurang.

3. Meningkatkan Energi dan Mood

Olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat Anda merasa lebih segar dan bersemangat.

4. Meningkatkan Kualitas Tidur

Selama Ramadhan, pola tidur sering berubah. Olahraga ringan membantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.

Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa

Agar tetap aman, berikut waktu olahraga yang direkomendasikan:

1. Menjelang Berbuka Puasa

Sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berbuka merupakan waktu yang cukup ideal untuk olahraga ringan. Setelah selesai, Anda bisa segera mengisi kembali cairan dan energi.

2. Setelah Berbuka Puasa

Ini adalah waktu paling aman untuk latihan intensitas sedang. Pastikan Anda memberi jeda 1 hingga 2 jam setelah makan agar pencernaan tidak terganggu.

3. Setelah Sahur, dengan Intensitas Ringan

Jika memilih waktu ini, pastikan latihan tidak terlalu berat dan tetap menjaga hidrasi setelahnya hingga waktu imsak.

Jenis Olahraga yang Aman saat Puasa

Tidak semua jenis olahraga cocok dilakukan saat puasa. Berikut beberapa rekomendasi olahraga yang lebih aman:

- Jalan kaki santai

- Yoga

- Stretching

- Bersepeda ringan

- Latihan kekuatan dengan beban tubuh ringan

Sebaliknya, latihan kardio intensitas tinggi, angkat beban berat, atau olahraga kompetitif sebaiknya dilakukan setelah berbuka.

Tips Aman Berolahraga saat Puasa

Agar olahraga saat puasa tetap aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama protein dan karbohidrat kompleks

3. Kurangi intensitas latihan sekitar 20 hingga 30 persen dari biasanya

4. Hentikan olahraga jika merasa pusing, lemas, atau mual

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Hindari olahraga di bawah terik matahari langsung

Artinya, olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan selama Anda menyesuaikan waktu, jenis, dan intensitasnya. Dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa tetap bugar, sehat, dan produktif sepanjang bulan Ramadhan tanpa mengganggu ibadah.