Perlukah Timnas Indonesia CLBK dengan STY? Begini Kata Pengamat
Kabar pemecatan Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia memunculkan banyak spekulasi terkait siapa yang cocok menggantikannya.
Patrick Kluivert mendapat banyak tekanan dari publik sepak bola nasional usai tidak mampu membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia di bawah asuhannya mengalami dua kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (1-0) dan harus tersisih dari persaingan Grup B ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Selain hasil buruk tersebut, Patrick Kluivert juga disorot usai dinilai tak lagi mendapat kepercayaan dari para pemain timnas.
Situasi ruang ganti Timnas Indonesia dikabarkan sempat memanas usai kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Kabar tersebut juga sempat dibenarkan oleh Manajer Timnas Indonesia, Sumardji.
“Jadi begini, kalau berbicara soal ruang ganti sebenarnya begini ya. Ruang ganti itu setiap kita mengalami kekalahan, itu pasti ada situasi yang sulit."
"Ya, sekali lagi, setiap kita mengalami kekalahan, itu pasti ada situasi yang sulit,” ungkap Sumardji saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada Senin (13/11/2025).
CLBK Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong
Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade dalam penjelasannya mengatakan jika Shin Tae-yong layak untuk kembali melatih Timnas Indonesia.
Menurutnya, hal yang lumrah jika Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) terjadi di sepak bola.
"Kalau saya tidak ada salahnya kalau kita bawa kembali Shin Tae-yong ke Indonesia. Dalam dunia sepak bola CLBK itu biasa," ucap Andre Rosiade dalam wawancara di KOMPAS TV, Selasa (14/10/2025).
Menurut Andre, pengalaman Arab Saudi dan Herve Renard bisa menjadi acuan jika mantan pelatih bisa memberikan dampak besar jika diberi kesempatan melatih lagi.
"Anda lihat pelatih Arab Saudi yang mengalahkan kita di ronde 4 kemarin, adalah pelatih yang sudah pernah dipecat Arab Saudi lalu ditarik kembali dan mengalhkan kita di ronde 4 kemarin. Jadi dalam dunia sepak bola itu hal yang wajar dan lumrah," sambungnya.
yong yang kini menjabat sebagai wakil presiden Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA), ditawari untuk menangani Ulsan HD.
Karier STY di Timnas Berakhir Baik
Pendapat berbeda justru disampaikan oleh Akmal Marhali yang menyebut jika CLBK dengan Shin Tae-yong akan menimbulkan masalah besar.
"CLBK-nya mungkin akan terjadi tapi situasi dan kondisi masyarakat Indonesia ada yang terbelah juga kalo CLBK, makanya kemungkinan pelatih baru kalau mengambil jalan tengah biar tidak ada permasalahan," jelasnya.
Menurutnya, karier Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sudah berakhir dengan husnul khotimah.
"Misalnya Shin Tae-yong kembali dan gagal, Shin Tae-yong tekanananya akan sangat besar. Shin Tae-yong itu sudah mengakhiri kariernya dengan Husnul Khotimah dengan menang 2-0 melawan Arab Saudi," sambungnya.
Akmal khawatir jika prestasi Timnas Indonesia menurun, STY akan mendapat masalah yang jauh lebih besar.
Menurutnya, PSSI idealnya mencari pelatih baru daripada mempertimbangkan untuk memulangkan STY.
"Kalau dia kembali terus prestasi menurun, ini kan akan terjadi masalah juga baik itu di level suporter atau di kariernya Shin Tae-yong."
"Kalau mau ambil jalan tengah, tidak di antara Shin Tae-yong tapi kemudian dicari pelatih yang lain," tegasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.