Kapan Usia Terbaik untuk Program Bayi Tabung? Ini Kata Dokter

bayi tabung, Kapan Usia Terbaik untuk Program Bayi Tabung? Ini Kata Dokter, Mengapa usia muda lebih diuntungkan?, Rentang usia yang paling banyak menjalani IVF, Peluang keberhasilan menurun seiring bertambahnya usia, Usia 35 keatas tetap bisa IVF, asal paham risikonya

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan.

Dokter ahli fertilitas dari Brawijaya Hospital Jakarta, dr. Luky Satria, Sp.OG, Subsp.FER menjelaskan, usia memiliki peran sangat penting dalam menentukan keberhasilan bayi tabung. 

“Kalau mau lebih cepat berhasil, tentu di usia yang lebih muda lagi. Tapi biasanya kalau usia muda dan kondisi masih bagus, dokter pasti anjurkan cara yang natural dulu,” ujarnya dalam acara Comprehensive Obgyn Service at Brawijaya Hospital Antasari, di Jakarta Selatan, Sabtu (13/12/2025).

Meski begitu, rekomendasi untuk menjalani IVF tidak bisa dilepaskan dari kondisi medis masing-masing pasien.

Mengapa usia muda lebih diuntungkan?

Menurut dr.Luky, secara biologis usia muda identik dengan kualitas dan jumlah sel telur yang lebih baik.  Hal ini membuat peluang terjadinya kehamilan, baik secara alami maupun melalui program bayi tabung, menjadi lebih besar.

Namun, pada usia muda dengan kondisi organ reproduksi yang masih optimal, dokter umumnya tidak langsung menyarankan IVF. 

Upaya kehamilan secara alami atau dengan metode lain biasanya masih menjadi pilihan utama sebelum beralih ke bayi tabung.

Pendekatan ini dilakukan karena bayi tabung merupakan prosedur medis yang kompleks, membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan biaya yang tidak sedikit. 

Oleh karena itu, keputusan untuk menjalani IVF selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

bayi tabung, Kapan Usia Terbaik untuk Program Bayi Tabung? Ini Kata Dokter, Mengapa usia muda lebih diuntungkan?, Rentang usia yang paling banyak menjalani IVF, Peluang keberhasilan menurun seiring bertambahnya usia, Usia 35 keatas tetap bisa IVF, asal paham risikonya

Ilustrasi Ibu Hamil

Rentang usia yang paling banyak menjalani IVF

Menurut dr. Luky, pasien bayi tabung datang dengan latar usia yang sangat beragam. Meski begitu, ada rentang usia tertentu yang paling sering ia temui dalam praktik sehari-harinya.

“Kalau usia tertua yang pernah saya tangani itu 45 tahun, tapi kalau rata-rata sih umur 38 sampai 39 tahun,” katanya.

Ia menambahkan, di rentang usia tersebut, banyak pasangan yang mulai mempertimbangkan bayi tabung setelah mengalami kegagalan pada program kehamilan lainnya.

“Di rentang usia tersebut biasanya mulai ramai orang coba bayi tabung karena mengalami kegagalan di program kehamilan lainnya,” jelas dr.Luky.

Peluang keberhasilan menurun seiring bertambahnya usia

Meski bayi tabung masih bisa dilakukan pada usia yang lebih tua, dr.Luky menyebutkan, peluang keberhasilannya akan menurun signifikan. 

Faktor usia berpengaruh besar terhadap kualitas sel telur, yang menjadi salah satu penentu utama keberhasilan IVF.

“Sebetulnya kalau usia 45 ke atas itu keberhasilan cuma 5 persen. Jadi ketika dia berhasil, itu masalah probabilitas saja,” ungkapnya.

Maka dari itu, batasan usia menjadi hal penting yang selalu dikomunikasikan kepada pasien sebelum memulai program bayi tabung.

“Memang kalau batasan usia itu penting, karena memang makin bertambah usia maka keberhasilan IVF makin berkurang,” ujarnya.

Usia 35 keatas tetap bisa IVF, asal paham risikonya

Kendati peluang keberhasilan menurun di usia matang, dr.Luky menekankan, usia bukanlah satu-satunya faktor penentu apakah seseorang bisa menjalani bayi tabung atau tidak. 

Selama pasien memahami kemungkinan keberhasilan dan risikonya, IVF tetap bisa menjadi pilihan.

“Tapi bukan berarti tidak bisa IVF, yang penting antara pasien sudah menyadari kemungkinan keberhasilannya berapa persen. Kalau misalnya masih ingin mencoba, tidak ada masalah,” terang dr.Luky.

Ia menambahkan, pada usia yang lebih matang, tantangan memang lebih banyak.  Namun, setiap sel telur atau embrio yang berhasil didapat tetap memiliki nilai yang sangat besar bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati.

Selain faktor usia, dr.Luky menyatakan, gaya hidup dan pola makan pasien juga menjadi bagian penting dalam program bayi tabung. Hal ini berlaku untuk semua pasien, tanpa memandang usia.

“Semua pasien bayi tabung pasti kami awasi mulai dari pola makan, gaya hidup. Itu sudah pasti, mau usia berapapun akan kami anjurkan seperti itu,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang