Natal 2025, Tepat Satu Tahun Lalu Erick Thohir Wawancarai Patrick Kluivert untuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Hari ini, 25 Desember satu tahun yang lalu atau 2024, tepat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir melakukan wawancara dengan Patrick Kluivert untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Erick secara blak-blakan mengungkapkan pemilihan waktu bertepatan dengan hari Natal itu untuk mengetes komitmen sang calon nahkoda baru Skuad Garuda. Dari tiga sosok yang diundang, ternyata hanya Patrick Kluivert yang datang.
"Untuk pelatih-pelatih yang di-interview memang ada 3 nama waktu itu, berikut beberapa asisten untuk opsi pendamping pelatih karena kita yakini pelatih tidak ada yang sempurnaMasing-masing pelatih punya kekurangannya. Memang salah satu kandidat yang saya interview, disebutkan namanya tadi (Patrick Kluivert)," ujar Erick Thohir di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Senin 6 Januari 2025.
"Saya mendapat izin dari Bapak Presiden (pergi) 5 hari ke sebuah negara di Eropa untuk buka warung istilahnya, interview dan lain-lain dari tanggal 25 sampai 30. Kesempatan itu yang saya pakai karena memang dalam meng-interview pelatih tidak bisa dilakukan melalui video conference karena tidak dapat chemistry-nya, harus duduk one on one.
"Dan bahkan sebenarnya yang saya tawarkan juga sengaja (interview) di tanggal 25, yaitu hari Natal. Bukan saya tidak menghormati hari besar, hanya saja itu bagian untuk kita mengetes keseriusan dan komitmen," ungkap Erick.
Secara spesifik, Erick menyiratkan terkesan dengan keseriusan serta komitmen Kluivert. "Saya mendarat pukul 6.10 pagi, pukul 10 sudah buka warung. Dari tiga pelatih, ada 1 yang datang," kata Erick.
"Itu yang saya lihat poinnya lebih, walau habis interview, dia pulang lagi ke negaranya karena hari Natal kita harus hormati. Saya juga tidak mau makan waktu, biasanya interview 2 sampai 2,5 jam cukup saya rasa," tambahnya.
Patrick Kluivert resmi ditunjuk menangani Timnas Indonesia mulai 9 Januari 2025 lalu, menggantikan Shin Tae-yong (STY). Sejak saat itu, ia sudah delapan kali memimpin Garuda di perhelatan resmi.
Rinciannya, empat laga di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dua laga persahabatan, dan dua laga putaran keempat. Hasilnya, Kluivert meraih tiga kemenangan, sekali imbang, dan empat kali kalah.
Artinya, Timnas Indonesia punya persentase kemenangan 37,5 persen. Kemenangan diraih lawan Bahrain (1-0), Cina (1-0), dan Taiwan (6-0), selain hasil imbang lawan Lebanon (0-0). Kekalahan didapatkan lawan Australia (1-5), Jepang (0-6), Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1).
Setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, kekecewaan tak laghi terbendung dari suporter Timnas Indonesia. Di stadion nama Shin Tae-yong menggema, di media sosial, kritik bertubi-tubi mengarah ke PSSI, terutama Erick Thohir dan Exco PSSI, Arya Sinulingga yang sebelumnya menyebut Kluivert tim pelatih terbaik.
Hingga pada akhirnya, PSSI memutuskan berpisah dengan Kluivert pada 16 Oktober 2025.Dalam keterangan di situs resminya, PSSI menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut ditandatangani antara federasi dan jajaran tim kepelatihan yang sebelumnya memiliki kontrak kerja berdurasi dua tahun.
Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak. PSSI menyebut keputusan itu mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Dengan demikian, tim kepelatihan yang selama ini menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, dan U-20 tidak lagi melanjutkan tugasnya
"Setelah bekerja bersama-sama secara intensif selama hampir 12 bulan, PSSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Patrick Kluivert dan para stafnya atas dedikasi dan kontribusi mereka bagi sepak bola Indonesia," tulis pernyataan resmi PSSI.
"Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," lanjut pernyataan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang telah mereka tunjukkan. Semangat dan kehadiran mereka di Indonesia akan selalu dikenang dengan rasa hormat, dan kami mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya," tutup PSSI.
Kini, setelah melakukan kesalahan dalam proses merekrut pelatih, PSSI kembali mencari pelatih Timnas Indonesia yang baru. Miris, karena pelatih tak ada, PSSI bahkan memboloskan skuad Garuda dari agenda FIFA Matchday dengan dalih fokus SEA Games 2025 yang pada akhirnya pun gagal total.
Sejauh ini, sejumlah nama dirumorkan menjadi pelath Timnas Indonesia. Yang paling santer adalah pelatih asal Inggris, John Herdman. Menurut laporan media internasional, John Herdman telah menyetujui kontrak berdurasi empat tahun bersama tim nasional Indonesia, berlaku dari 2026 hingga 2030.