Erick Thohir Ungkap Alasan Timnas Indonesia Masih Butuh Pemain Naturalisasi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara terbuka memaparkan alasan mengapa Timnas Indonesia hingga saat ini masih memerlukan kehadiran tambahan pemain naturalisasi.
Pernyataan ini disampaikan menyusul rentetan agenda padat skuad Garuda, termasuk keberhasilan mereka baru-baru ini di ajang uji coba internasional.
Seperti diketahui, pasukan Merah Putih baru saja menorehkan kemenangan bersejarah 3-0 atas Oman pada laga persahabatan, Jumat (5/6/2026).
Menanggapi hasil yang memecahkan rekor tanpa kemenangan selama 38 tahun tersebut, Erick Thohir mengaku gembira, namun ia mengingatkan agar para pemain tidak cepat berpuas diri menatap sisa pertandingan.
Peringatan tersebut diberikan karena Kevin Diks dan kawan-kawan masih harus melakoni laga FIFA Matchday berikutnya melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).
Tim tamu yang berada di peringkat 101 dunia itu dinilai akan memberikan ujian berat bagi skuad Garuda.
“Ya pasti senang, tapi kan masih ada pertandingan lawan Mozambik. Ranking-nya juga di atas kita 100,” ujar Erick Thohir.
“Ya mudah-mudahan kalau kedua pertandingan ini hasilnya baik, kan paling tidak peringkat FIFA-nya juga bisa lebih baik gitu,” ucapnya.
Pembaruan Proses Naturalisasi Duo Australia
sela persiapan tersebut, menteri yang juga menjabat sebagai Menpora ini membagikan informasi terbaru terkait calon amunisi baru asuhan John Herdman.
Saat ini, ada dua nama pemain keturunan Australia yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker yang sudah mengikuti pemusatan latihan (TC) sejak akhir bulan Mei.
Sayangnya, kedua pemain tersebut belum bisa diturunkan membela Merah Putih pada jeda internasional kali ini karena statusnya belum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Menjawab perkembangan dokumen mereka, ia menegaskan bahwa tahapan legalitasnya masih terus berjalan.
Pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner (keempat kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Timnas Oman dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar
“Belum (selesai), nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar,” kata pria yang pernah menjadi pemilik Inter Milan tersebut.
Kedalaman Skuad Jadi Kunci Utama
Ketika ditanya mengenai urgensi mengapa program penambahan darah keturunan ini masih terus dilanjutkan, ia menitikberatkan pada masalah kedalaman tim.
Ketersediaan pelapis dinilai sangat vital mengingat adanya risiko dari batasan usia pemain serta rentannya cedera di tengah jadwal padat.
“Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi,” katanya menjelaskan.
Situasi krisis kebugaran ini nyata terjadi di dalam tim saat ini, di mana beberapa pilar andalan harus absen dan hanya bisa fokus pada pemulihan.
Nama-nama penting seperti Dean James, Eliano Reijnders, Miliano Jonathan, hingga bek tangguh Jay Idzes terpaksa menepi dari skuad.
Kebutuhan akan pemain pelapis yang sepadan menjadi tidak bisa ditawar, mengingat skuad Garuda akan menghadapi agenda besar seperti ASEAN Championship 2026 dan Piala Asia 2027.
“Seperti Milano Jonathan kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay (Idzes) cedera, Mees Hilgers juga belum kembali,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang