Menpora Erick Thohir Fokus Bangun Fondasi Olahraga dari Ekosistem Sekolah

sekolah, Erick Thohir, Kemenpora, Menpora Erick Thohir Fokus Bangun Fondasi Olahraga dari Ekosistem Sekolah

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menegaskan bahwa masa depan prestasi olahraga Indonesia ditentukan dari seberapa kuat pembinaan usia dini dilakukan hari ini.

Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela pembukaan turnamen Bali 7s 2026 yang berlangsung di Bali United Training Center Pantai Purnama Gianyar, Jumat (3/4/2026) sore. 

“Karena memang sekarang kita kembali bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kompetisi di sekolah itu harus ditingkatkan,” katanya melalui rekaman suara yang diterima Kompas.com.

Sebab ia menilai Indonesia perlu belajar dari negara maju seperti Jepang yang mampu membangun kekuatan olahraga melalui sistem pendidikan.

“Kalau kita lihat Jepang, mereka bisa semasif hari ini karena kegiatan olahraga di sekolah sangat teratur,” ucap Erick Thohir.

Untuk itu pemerintah pun telah menetapkan 21 cabang olahraga prioritas sebagai bagian dari program pembinaan nasional.

Cabang-cabang ini nantinya akan diadopsi oleh sekolah dari tingkat SD hingga SMA, menyesuaikan dengan kemampuan fasilitas dan usia peserta didik.

"Mungkin kalau angkat besi saya rasa tidak bisa dimulai dari SD. Ya, mungkin usianya mulai dipantau di usia SMP atau SMA. Lalu kalau dari SD apa yang bisa, ya mungkin salah satunya sepak bola," imbuhnya.

Guru, Pelatih, dan Wasit Harus Tersertifikasi

Selain membangun sistem kompetisi, ia menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa guru olahraga perlu memiliki sertifikasi agar mampu berperan sebagai pelatih maupun wasit.

"Inilah saya mau kenapa Kemenpora dengan dengan Menteri Pendidikan Dasar Menengah bersama federasi apakah itu PSSI, apakah itu PBSI Bulu Tangkis, untuk akses yang namanya sertifikasi dimudahkan, bahkan digratiskan," tutur Menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah pelatih di Indonesia masih jauh dari ideal. Di cabang sepak bola saja, jumlah pelatih baru sekitar 10.000 orang.

“Dengan jumlah penduduk 280 juta, itu sangat kurang,” sambungnya.

Karena itu, perluasan akses sertifikasi menjadi prioritas agar pembinaan atlet usia dini bisa menjangkau lebih banyak daerah.

Kompetisi Pelajar Harus Hidup dan Berkelanjutan, Libatkan Federasi dan Standar Internasional

Erick Thohir juga menegaskan bahwa pembinaan tidak akan berjalan tanpa adanya kompetisi yang rutin dan terstruktur.

Ia ingin 21 cabang olahraga yang telah ditetapkan benar-benar memiliki aktivitas di tingkat pelajar.

“Program kompetisi pelajar SMP dan SMA harus ada kegiatannya, supaya pembinaan berjalan,” katanya.

sekolah, Erick Thohir, Kemenpora, Menpora Erick Thohir Fokus Bangun Fondasi Olahraga dari Ekosistem Sekolah

Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia ditemani pelatih Timnas U20 Indonesia Nova Arianto saat menghadiri pembukaan turnamen sepak bola internsional, Bali 7s yang kembali digelar di Bali United Training Center Pantai Purnama, Gianyar, Jumat (3/4/2026) sore.

Dengan adanya kompetisi, siswa tidak hanya berlatih, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding yang menjadi bagian penting dalam pembentukan mental atlet.

Kini dalam upaya meningkatkan kualitas, Kemenpora juga menggandeng federasi nasional dan organisasi olahraga dunia. Ia menyebut kerja sama dengan federasi internasional penting untuk menjaga standar pembinaan tetap tinggi.

“Ya, seperti kemarin kita sudah tanda tangan dengan Perbasi dan FIBA. Lalu dengan renang dunia, akuatik juga dunia kemarin datang. Nah, itu kita akan ada join program. Jadi, tidak hanya dengan federasinya tapi diawasi oleh internasional organisasinya," ujar Erick Thohir.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya mencegah praktik yang tidak sehat, seperti mahalnya biaya sertifikasi yang seharusnya bisa diakses secara luas.

"Supaya jangan federasi ini juga semena-mena karena ada sertifikasi ya, terus ada pembiayaan bantuan. Nah, malah yang harusnya gratis jadi dimahalkan. Karena jumlahnya kita kurang di semua cabang olahraga. Itu yang kita dorong programnya," imbuhnya.

Pemerintah Diminta Permudah Perizinan

Kini selain pembinaan, ia juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi. Ia meminta agar pemerintah tidak mempersulit perizinan kegiatan olahraga, terutama yang berkaitan dengan pengembangan usia muda.

“Event olahraga seperti ini harus dipermudah, jangan dipersulit,” tegas Erick Thohir.

Ia melihat bahwa kemudahan izin akan mendorong lebih banyak kompetisi digelar, sehingga membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru di berbagai daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang