Dukung Langkah FPTI, Menpora Erick Thohir Berharap Kasus Pelecehan Atlet Terang Benderang
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang diambil Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Dukungan Erick Thohir kepada Erick Thohir diberikan kepada FPTI untuk mengusut tuntas dugaan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan olahraga tersebut.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk komitmen dalam menjaga integritas serta keamanan para atlet nasional.
Erick Thohir menekankan bahwa pembentukan tim pencari fakta oleh federasi merupakan prosedur yang krusial untuk memastikan kebenaran terungkap secara transparan.
Kehadiran tim tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan rasa aman bagi setiap atlet yang bernaung di bawah cabang olahraga panjat tebing.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama federasi.
Selain pendampingan, pihaknya memastikan kerahasiaan identitas korban tetap terjaga demi mencegah dampak sosial yang merugikan di kemudian hari.
"Kami memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet (korban), karenanya identitas mereka juga kita rahasiakan. Mereka jangan sampai jadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," ujar Yenny Wahid.
Lebih lanjut, Yenny menjelaskan bahwa tim pencari fakta internal telah bergerak cepat dengan menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku.
"Kami tetap membentuk tim pencari fakta. Tim sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku, juga sudah menghubungi melalui WhatsApp," tambah Yenny.
Pendampingan Hukum dan Harapan Menpora
Selain penanganan internal, kasus ini juga telah dibawa ke ranah hukum melalui laporan resmi ke pihak kepolisian.
FPTI memfasilitasi kebutuhan pengacara bagi para korban untuk memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi.
Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid, bersama tim kepelatihan dan atlet pelatnas panjat tebing 2026
Yenny menyebut ada dua jalur yang kini berjalan beriringan, yakni proses tim pencari fakta dan proses hukum kepolisian.
"Jadi kita akan lindungi mereka untuk bisa mendapatkan kehidupan yang bermartabat dan mendapat keadlian. Ini ada dua proses yang berjalan secara beriringan, pertama proses di internal FPTI tim pencari fakta, lalu juga proses hukum yang sudah berjalan," jelas Yenny.
Di sisi lain, Menpora mengapresiasi keseriusan federasi dalam menangani isu sensitif ini secara profesional.
Menurut Menpora, objektivitas adalah kunci utama dalam penyelesaian kasus ini.
“Pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat dan bukti penanganan serius oleh FPTI untuk memastikan setiap informasi dan fakta bisa dikaji secara mendalam. Kami berharap proses berjalan secara obyektif, profesional dan menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan bagi korban,” ujar Erick Thohir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang