Erick Thohir Buka Suara soal Naturalisasi Pemain Baru untuk Timnas
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memproses pemain baru yang akan dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
"Belum ada (yang diproses naturalisasi)," ujar Erick Thohir kepada awak media selepas menghadiri diskusi Water Break PSSI Pers bertajuk 96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030 di GBK Arena, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Rumor adanya penambahan pemain naturalisasi kembali mencuat beberapa waktu belakangan.
Sejumlah nama seperti Luke Vickery, Dean Zandbergen, hingga Tristan Gooijer sempat menjadi pemain-pemain keturunan yang dikaitkan akan segera berganti paspor menjadi Indonesia untuk kemudian bisa membela skuad Garuda.
Diskusi dengan Pelatih
Namun, Erick mengatakan bahwa hingga saat ini PSSI belum ada rencana untuk kembali menaturalisasi pemain.
Keputusan itu juga diambil setelah sebelumnya berdiskusi dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Erick mengatakan bahwa setiap pemilihan pemain sepenuhnya dipercayakan kepada pelatih John Herdman.
Dan fokus saat ini bukan menambah pemain baru melainkan memberi jam terbang agar Timnas Indonesia semakin solid untuk menjadi fondasi menuju Piala Dunia 2030.
"Kami pada saat ini bersama coach John tetap memprioritaskan pemain-pemain yang ada saat ini," ucap Erick.
"Karena tadi, perlu waktu dari coach John sendiri untuk terus mengisi kekompakan tim ini dan sampai hari ini kami belum ada bicara naturalisasi tambahan," jelas dia.
Mauro Zijlstra mengejar bola dalam laga FIFA Series 2026 Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).
Naturalisasi di Era Erick Thohir
Hingga saat ini, tercatat sudah sekitar 21 pemain diaspora yang didatangkan di era kepemimpinan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI yang dimulai sejak 16 Februari 2023 silam.
Terakhir kali Indonesia menaturalisasi pemain pada Agustus 2025 saat memproses kewarganegaraan Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang