Sejarah Tercipta Meski Tanpa Trofi, Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi Mental Baja Timnas Futsal Indonesia
Indonesia Arena bergemuruh sepanjang malam. Ribuan suporter berdiri, bernyanyi, dan menahan napas menyaksikan duel sengit Timnas Futsal Indonesia melawan raksasa Asia, Iran, di final AFC Futsal Asian Cup 2026.
Trofi memang belum berhasil dibawa pulang. Namun, satu hal yang tak terbantahkan, Garuda telah mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Indonesia melangkah hingga partai puncak turnamen futsal paling bergengsi di Asia. Sebuah pencapaian yang selama ini terasa jauh, kini jadi kenyataan di depan mata publik sendiri.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun angkat suara. Ia tak melihat kekalahan sebagai akhir, melainkan bukti mentalitas kuat yang ditunjukkan skuad asuhan Hector Souto. Melalui akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan apresiasi terbuka.
"Terima kasih atas perjuangan dan prestasi luar biasa Timnas Futsal Indonesia, yang telah berhasil mencetak sejarah dengan melangkah hingga Final AFC Futsal Asian Cup 2026," tulis Erick.
Ucapan itu terasa relevan jika melihat bagaimana jalannya laga. Indonesia tak pernah tampil inferior, meski menghadapi Iran yang sudah mengoleksi 14 gelar juara Asia. Erick juga menyoroti keberanian para pemain yang tetap percaya diri menghadapi tekanan.
"Menghadapi Iran yang telah mengoleksi 14 gelar juara AFC Futsal Asian Cup, skuad Garuda tampil solid dan tidak gentar berkat dukungan penuh suporter di tribun," ujar Erick.
"AFC menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia sebagai tuan rumah, bahkan menyebut salah satu partai final terbaik, dengan atmosfer dan antusiasme penonton yang luar biasa," sambungnya.
Jalannya Pertandingan Indonesia vs Iran
Timnas Futsal Indonesia vs Iran di Final Piala Asia 2026
Di atas lapangan, pertandingan berjalan liar dan menegangkan. Iran unggul cepat, tetapi Indonesia langsung membalas. Reza Gunawan menyamakan skor, lalu Israr Megantara mencetak dua gol beruntun yang membuat Garuda memimpin. Samuel Eko turut menambah gol di babak kedua.
Skor terus kejar mengejar. Iran menekan lewat skema power play, sementara Ahmad Habiebie tampil gemilang di bawah mistar. Waktu normal berakhir 4-4.
Drama berlanjut ke babak tambahan. Indonesia kembali unggul lewat gol ketiga Israr. Sayang, Iran sekali lagi menyamakan skor menjadi 5-5.
Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Di momen krusial itu, dua algojo Indonesia gagal menuntaskan tugas. Iran menang tipis 5-4.
Kekalahan itu memang pahit. Namun, posisi runner up menjadi capaian terbaik sepanjang sejarah futsal Indonesia di level Asia.