Indonesia di FIFA Series, Erick Thohir: Kesempatan Timnas Naik Level
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa Timnas Indonesia memiliki peluang bertemu negara Eropa dalam rangkaian FIFA Series 2026.
Selain itu, skuad Merah Putih juga berpotensi menghadapi wakil dari Karibia serta Oseania.
Kesempatan ini hadir karena Indonesia termasuk dalam daftar tuan rumah agenda resmi FIFA tersebut.
Pertandingan FIFA Series dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
Selain Indonesia, terdapat tujuh negara tuan rumah lain, yakni Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan.
Penunjukan ini menempatkan Indonesia dalam struktur penyelenggaraan sepak bola global.
Pada penyelenggaraan perdana FIFA Series 2024, lima negara mendapat mandat serupa, yakni Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Format tersebut menghasilkan rangkaian laga lintas konfederasi. Contohnya, Aljazair menjamu Bolivia, Andorra, serta Afrika Selatan. Pola serupa diterapkan di seluruh lokasi tuan rumah.
Komentar Erick Thohir tentang FIFA Series
Erick Thohir menilai bahwa keputusan FIFA membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk berkembang melalui laga internasional terstruktur.
Menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan agar pemain terbiasa menghadapi variasi permainan dari benua lain.
"Ini adalah kesempatan besar yang harus kita manfaatkan untuk terus menguji dan menaikkan level timnas Indonesia."
"Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, para pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis."
"Ini adalah jalan terjal, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ungkap Erick Thohir.
Erick menegaskan bahwa persiapan mental hingga kualitas permainan menjadi fokus utama agar Timnas Indonesia dapat bersaing dalam rangkaian FIFA Series tersebut.
Manfaat FIFA Series untuk Sepak Bola
Ilustrasi FIFA Series 2026, mini turnamen pada jendela FIFA Matchday Maret dan April 2026 di mana Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah.
FIFA Series merupakan agenda resmi yang memberi ruang bagi tim nasional dari berbagai konfederasi menjalani laga uji coba terorganisir.
Program ini dirancang untuk memperluas pengalaman bertanding sekaligus mendorong pemerataan kualitas sepak bola dunia.
Selama ini, Timnas Indonesia lebih sering berhadapan dengan tim dari wilayah Asia.
Melalui FIFA Series, hal tersebut berubah dengan hadirnya kemungkinan duel melawan tim Eropa, Afrika, Amerika Selatan, CONCACAF, dan Oseania.
Setiap wilayah memiliki karakteristik permainan berbeda, mulai dari kekuatan fisik Afrika, disiplin taktis Eropa, kreativitas Amerika Selatan, hingga tempo cepat CONCACAF.
Rangkaian laga tersebut membuka peluang besar bagi pemain dan staf pelatih untuk mempelajari variasi strategi serta ritme permainan, sekaligus memperkuat fondasi Timnas Indonesia dalam persaingan internasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.