Bantah Intervensi Penyelidikan Bos The Fed oleh Jaksa AS, Trump: Saya Tidak Tahu
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan tanggapan terkait penyelidikan Departemen Kehakiman AS (DOJ) terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Powell dijemput paksa (subpoena) oleh tim penyidik jaksa AS. Aksi ini menyusul surat penggilan yang tertuju pada bank sentral yang telah dikirimkan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam sesi wawancara singkat di hadapan awak media, Trump menegaskan tidak mengetahui penyelidikan terhadap Powell. Ia juga menyinggung kinerja Powell memimpin bank sentral tidak terlalu baik.
“Saya tidak tahu apa-apa soal itu. Tapi dia (Powell) jelas tidak terlalu bagus di The Fed dan juga tidak terlalu bagus dalam membangun gedung,” tutur Trump dikutip dari NBC News pada Senin, 12 Januari 2026.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Trump juga membantah penyelidikan DOJ berkaitan dengan kebijakan suku bunga. Menurutnya, tekanan terhadap Powell semata-mata datang dari kondisi ekonomi dan masyarakat.
“Tidak. Saya bahkan tidak pernah berpikir seperti itu. Tekanan yang seharusnya dia rasakan adalah fakta bahwa suku bunga terlalu tinggi. Itu satu-satunya tekanan. Dia telah merugikan banyak orang. Saya pikir publiklah yang menekannya," jelas Trump.
Di lain kesempatan, Powell mengungkapkan DOJ mengancam The Fed atas dakwaan pidana terkait kesaksiannya di hadapan Senat AS pada Juni lalu. Kesaksian tersebut membahas proyek renovasi gedung kantor Federal Reserve yang menelan biaya besar.
“Tidak ada seorang pun, termasuk Ketua Federal Reserve yang kebal hukum. Namun, tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan,” kata Powell.
Pernyataan Powell muncul di tengah tekanan intensif dari Trump selama setahun terakhir agar The Fed memangkas suku bunga lebih agresif. Powell menilai langkah hukum terbaru ini merupakan bagian dari upaya tersebut.
“Ancaman tuntutan pidana adalah konsekuensi dari Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami untuk kepentingan publik, bukan mengikuti keinginan Presiden,” ujar Powell.
Senator Thom Tillis dari Partai Republik sekaligus anggota Komite Perbankan Senat menyatakan akan menolak seluruh calon pejabat Federal Reserve yang diajukan Trump hingga persoalan hukum ini tuntas. Ia menilai kasus ini memperkuat kekhawatiran adanya upaya sistematis untuk mengakhiri independensi bank sentral AS.
“Saya akan menolak konfirmasi siapa pun untuk The Fed, termasuk calon Ketua Fed berikutnya, sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan,” tegas Tillis.
Senada dengan itu, Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat menyebut Trump menyalahgunakan kewenangan DOJ demi kepentingannya sendiri. Ia meminta Senat tidak melanjutkan proses konfirmasi calon pimpinan The Fed dari Trump.
“Trump menyalahgunakan Departemen Kehakiman agar The Fed melayani kepentingannya dan para miliarder di sekelilingnya,” ujar Warren.
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada bulan Mei 2026. Namun, posisinya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed masih berlanjut hingga tahun 2028.
Gedung Putih menolak memberikan komentar lebih lanjut dan mengarahkan seluruh pertanyaan kepada Departemen Kehakiman.
Juru bicara DOJ menyatakan pihaknya tidak dapat mengomentari kasus tertentu. Di satu sisi menegaskan bahwa Jaksa Agung telah menginstruksikan para jaksa federal untuk memprioritaskan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana publik.