Harga Emas Dunia Jungkir Balik saat Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Ilustrasi emas batangan Antam.
Ilustrasi emas batangan Antam.

Harga emas spot bergerak sideways di bawah level psikologis US$5.000, yakni di kisaran US$4.980 per troy ons pada penutupan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Namun, harga emas rebound 0,82 persen atau 40,81 poin ke level US$5.018,67 pada pukul 07.18 waktu New York dikutip dari Gold Price.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi Emas.

Kenaikan harga logam mulia  terjadi saat para pelaku pasar tengah mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan risalah rapat kebijakan terbaru menunjukkan para pejabat The Fed bersikap lebih berhati-hati dari perkiraan dalam memangkas suku bunga. 

Sikap ini memicu dinamika di pasar seiring penguatan dolar AS setelah data ekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam. Produksi industri mencatat kenaikan terbesar dalam hampir setahun, sementara pesanan barang modal inti juga tumbuh melampaui ekspektasi.

Analis AVP Commodity Research Kotak Securities, Kaynat Chainwala, mengatakan emas dan perak bangkit setelah terkoreksi dua sesi berturut-turut karena pelaku pasar menanti sinyal kebijakan moneter lanjutan.

"Investor kini menunggu risalah FOMC, data Core PCE AS, serta pidato sejumlah pejabat The Fed untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter,” ujarnya dikutip dari Mint pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menambahkan, komentar pejabat The Fed belakangan memang terbilang beragam. Gubernur The Fed Michael Barr cenderung mendukung suku bunga tetap stabil untuk beberapa waktu, sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee melihat peluang pemangkasan jika inflasi mendekati 2 persen.

Sementara itu, CEO Enrich Money, Ponmudi R, melihat tren kenaikan emas secara umum masih terjaga. Koreksi yang terjadi semata-mata karena aksi ambil untung (profit taking) dan konsolidasi harga. 

“Tren naik emas masih utuh. Koreksi terakhir terlihat sebagai profit taking yang sehat. Harga kini bergerak stabil di sekitar rata-rata pergerakan utama, menandakan pasar sedang mencerna kenaikan sebelumnya,” jelasnya.

Dari sisi teknikal, ia menyebut emas COMEX kini diperdagangkan di kisaran US$4.850 hingga US$5.100 setelah terkoreksi tajam dari puncak di atas US$5.500–US$5.600. Ia juga menyinggung minat beli kuat terlihat di area support US$4.500–US$4.700.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang penguatan lanjutan terbuka. Penembusan di atas US$5.100–US$5.200 bisa membawa emas kembali menguji rekor tertinggi,” tegas Ponmudi.

Dengan kombinasi sentimen suku bunga, ketahanan ekonomi AS, dan faktor geopolitik global, harga emas kini kembali menunjukkan prospek cerah. Pelaku pasar pun mencermati setiap sinyal kebijakan moneter sebagai penentu arah logam mulia selanjutnya.