Sosok Pilihan Trump Jadi Bos Baru The Fed Gantikan Powell
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka memilih Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan posisi Jerome Powell. Masa jabatan empat tahun Powell sebagai bos bank sentral AS akan berakhir pada Mei 2026.
Trump mengumumkan pencalonan Warsh melalui platform Truth Social seraya memuji kandidat pilihannya itu. Penunjukan Warsh sontak menjadi sorotan pasar global di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS.
“(Kevin Warsh) akan dikenang sebagai salah satu Ketua The Fed terhebat, bahkan mungkin yang terbaik,” tulis Trump dikutip dari BBC pada Minggu, 1 Februari 2026.
Warsh bukanlah sosok asing di lingkaran The Fed. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada periode 2006 hingga 2011 dan sempat masuk dalam bursa calon Ketua The Fed pada masa jabatan pertama Trump.
Kevin Warsh
Warsh dikenal sebagai kritikus vokal kebijakan The Fed. Sama seperti Trump, ia lebih mendukung kebijakan suku bunga rendah dalam waktu dekat.
Penunjukan Warsh mencuat saat hubungan yang memanas antara Trump dan Jerome Powell. Trump kerap melontarkan kritik terhadap Powell, terutama karena dinilai terlalu lamban memangkas suku bunga sejak menjabat pada tahun 2018.
Situasi semakin rumit setelah jaksa federal membuka penyelidikan pidana terkait kesaksian Powell di Senat mengenai renovasi gedung The Fed. Penyelidikan Departemen Kehakiman AS (DoJ) tersebut memicu kecaman keras dari Powell serta dukungan terbuka dari para mantan ketua The Fed dan pimpinan bank sentral dunia, yang menilai langkah itu berpotensi mengancam independensi bank sentral.
Meski telah diumumkan, penunjukan Warsh masih harus mendapatkan persetujuan Senat AS. Proses ini berpotensi memakan waktu lama dan berlangsung ketat, mengingat posisi strategis The Fed di tengah tekanan politik dan ketidakpastian ekonomi global.
Jika resmi dikonfirmasi, Warsh akan memimpin The Fed dalam situasi yang tidak biasa. Para ekonom dan pelaku pasar Wall Street dipastikan akan mencermati seberapa independen Warsh menjalankan kebijakan moneter dari pengaruh Gedung Putih.
Selain Warsh, ada sejumlah nama yang masuk ke dalam daftar empat kandidat terkuat Ketua The Fed. Mereka adalah penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, serta pakar obligasi Wall Street Rick Rieder.
Deputy Chief North America Economist Capital Economics, Stephen Brown, menilai Warsh sebagai pilihan aman bagi pasar. Menurutnya, padangan hawkish Warsh bisa meredakan gejolak dinamika global.
“Warsh terlihat sebagai pilihan yang cukup aman. Pandangan hawkish yang telah lama ia pegang dapat meredam kekhawatiran bahwa ia akan berubah menjadi perpanjangan tangan Trump secara penuh,” ujar Brown.
Manajer portofolio di perusahaan manajemen kekayaan Quilter, Stuart Clark, menilai pelaku pasar menyambut penunjukan ini dengan relatif positif. Lebih lanjut, ia melihat pernyataan dan langkah Warsh akan diawasi secara ketat oleh pelaku pasar.
“Kekhawatiran terhadap independensi The Fed kini cenderung mereda. Investor tampaknya sedikit bernapas lega karena Warsh pernah menjadi kandidat kuat pada 2017 dan membawa otoritas serta kredibilitas yang dihormati oleh pasar,” kata Clark.
Reaksi pasar langsung terasa setelah kabar penunjukan Warsh mulai beredar. Dolar AS menguat tipis, sementara harga emas merosot sekitar 6 persen, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.