IHSG Dibuka Menguat meski Dibayangi Fluktuasi seiring Kewaspadaan Investor Bursa Asia
IHSG dibuka menguat 76 poin atau 0,93 persen di level 8.308 pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut berfluktuasi pada perdagangan hari ini.
"IHSG masih berpotensi fluktuatif hari ini, tapi masih aman sepanjang masih kuat bertahan di atas 8.050.," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 30 Januari 2026.
IHSG
Pasar saham Asia beragam pada Kamis kemarin, seiring kehati-hatian investor menyusul kinerja keuangan sektor teknologi yang beragam dan menjelang rilis laporan keuangan Apple. Sementara itu, harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, didorong arus investasi ke aset fisik.
The Fed mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar. Ketua The Fed, Jerome Powell menyebut, prospek ekonomi AS “jelas membaik” dan menegaskan adanya dukungan luas di internal komite untuk mempertahankan jeda kebijakan.
Powell juga enggan berkomentar apakah Dia akan tetap menjabat sebagai gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, di tengah tekanan Trump agar bank sentral memangkas suku bunga lebih agresif.
Di Asia, indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,03 persen dan Topix menguat 0,28 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,98 persen dan Kosdaq melesat 2,73 persen. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,51 persen, S&P/ASX 200 Australia turun 0,07 persen, dan Taiex Taiwan melemah 0,82 persen.
"Support IHSG berada di level 8.050-8.100 sementara resist IHSG di rentang 8.300-8.400," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Kamis kemarin, terseret penurunan saham Microsoft setelah raksasa teknologi tersebut merilis kinerja keuangan terbaru dan pasar mencermati keputusan suku bunga The Fed.
Indeks S&P 500 turun 0,13 persen, Nasdaq Composite melemah 0,72 persen. Sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,11 persen. Saham Microsoft menjadi pemberat utama pasar setelah menurun 10 persen.