Menkeu Purbaya Angkat Bicara soal Dampak Serangan AS ke Venezuela bagi Ekonomi RI

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

 Ketegangan geopolitik tengah memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela. Langkah tersebut langsung memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas ekonomi dan potensi lonjakan harga minyak dunia.

Namun di tengah sorotan internasional itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampaknya terhadap perekonomian Indonesia relatif terbatas.

Purbaya menjelaskan bahwa kapasitas produksi minyak Venezuela saat ini tidak sebesar negara-negara produsen utama lainnya, sehingga gejolak geopolitik di negara tersebut tidak langsung mengguncang pasar energi global.

“Ini mungkin karena Venezuela sudah lama enggak terlalu aktif di pasar minyak dunia juga kan. Terbatas ininya, kapasitas produksinya. Artinya kita mesti selalu memelihara kekuatan kita. Itu aja. Jadi sekarang kelihatannya,” kata Purbaya dikutip dari tvOne.

Meski demikian, Purbaya menyoroti aspek lain yang dinilainya jauh lebih mengkhawatirkan, yakni lemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga hukum internasional. Ia menyindir sikap PBB yang dinilai tidak tegas menyikapi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, situasi global saat ini menunjukkan adanya kejanggalan dalam penegakan hukum internasional, ketika negara berdaulat bisa diserang dan pemimpinnya ditangkap tanpa pengawasan ketat dari lembaga dunia.

“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa getaway dari pengawasan PBB. Jadi PBB-nya amat lemah sekarang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan besar ke Venezuela. Trump mengklaim Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pengumuman tersebut langsung menyedot perhatian dunia. Sejumlah media internasional melaporkan adanya ledakan di ibu kota Caracas dan menyebut operasi itu melibatkan unit elite militer Amerika Serikat, Delta Force. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait keterlibatan satuan tersebut.

Di sisi hukum, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi mengungkap bahwa Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan pidana berat.

“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorism,” tulis Bondi melalui akun media sosial X.

Bondi menjelaskan, dakwaan tersebut mencakup konspirasi impor kokain ke Amerika Serikat, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi kepemilikan senjata yang ditujukan terhadap Amerika Serikat.

Atas dakwaan tersebut, Maduro dan Flores dipastikan akan menjalani proses hukum di Amerika Serikat. Bondi menegaskan seluruh persidangan akan dilakukan sepenuhnya di wilayah AS.

“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kekuatan hukum Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” ujar Bondi.

Trump juga menyebut operasi penangkapan tersebut melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Ia menambahkan, rincian lebih lanjut terkait penangkapan Presiden Venezuela akan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida.