Bursa Asia Naik Tipis Usai Gejolak Saham AI, Pasar Pantau Arah The Fed

Ilustrasi Singapura
Ilustrasi Singapura

Meredanya kecemasan tentang masa depan AI mendorong sejumlah indeks acuan di kawasan ini mendekati level tertingginya. Perubahan besar akibat dari AI menimbulkan benturan antara ketakutan teknologi megubah sebagain besar perekonomian.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di satu sisi, adanya keraguan keuntungan yang dihasilkan setelah pengeluaran besar-besaran untuk mengadopsi teknologi ini. Kondisi ini menjadi sorotan besar mengingat Asia merupakan 'rumah' bagi pengembang chip dan manufaktur hardware dunia, dikutip dari The Economic Times.

Investor juga mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada pekan lalu, bank sentral AS ini mengumumkan data tenaga kerja yang kuat dan inflasi rendah. 

Ilustrasi investasi

Dikutip dari Investing, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,00 persen. Indeks Topix meningkat sebesar 1,23 persen. 

Indeks Hang Seng Hong Kong melambung 0,52 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,28 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, bursa Korea Selatan libur. 

Indeks acuan di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup kinclong. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0.07 persen menjadi 49.533,19, indeks S&P 500 naik 0,10 persen ke level 6.843,22 dan Nasdaq Composite melonjak 0,14 persen ke area 22.578,38.