IHSG Dibuka Melemah, Bursa Asia dan Wall Street Lesu Imbas Pernyataan Trump soal The Fed

Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)

 IHSG dibuka melemah 23 poin atau 0,28 persen di level 8.306 pada pembukaan perdagangan Senin, 2 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

"IHSG masih rentan untuk koreksi sepanjang belum break di atas 8.420," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Layar monitor pergerakan saham dan IHSG

Bursa saham Asia Sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan Jumat pekan lalu, seiring pelaku pasar mencerna sikap Presiden AS, Donald Trump, yang mendukung kesepakatan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown) serta pernyataannya bahwa ia telah menentukan kandidat untuk memimpin The Fed.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,10 persen, sedangkan Topix naik 0,59 persen. Di sisi lain, data inflasi inti konsumen Tokyo naik 2,0 persen pada periode Januari dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut melambat dari bulan lalu, namun sejalan dengan target Bank of Japan, sehingga meredakan tekanan terhadap bank sentral untuk segera mengetatkan kebijakan.

Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,06 persen, sedangkan Kosdaq melemah 1,29 persen. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong menurun 2,08 persen, S&P/ASX 200 Australia turun 0,65 persen, dan Taiex Taiwan melemah 1,45 persen.

Di sisi lain, Trump juga menyatakan berencana berbicara dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan.

"Support IHSG berada di level 8.050-8.220 sementara resist IHSG di rentang 8.400-8.420," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street melemah pada Jumat pekan lalu, setelah Donald Trump mencalonkan mantan gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36 persen, S&P 500 melemah 0,43 persen, dan Nasdaq Composite menurun 0,94 persen. Di sisi lain, Warsh yang sering mengkritik The Fed, dipandang sebagai pendukung suku bunga yang lebih rendah.

Namun juga sebagai seseorang yang akan menahan diri dari pelonggaran yang lebih agresif yang dikaitkan dengan beberapa calon potensial lainnya. Warsh akan mengambil alih jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, ketika masa jabatannya berakhir pada bulan Mei-26, jika ia mendapatkan persetujuan di Senat AS.